Tautan-tautan Akses

Presiden Iran Tuduh AS 'Campur Tangan' di Teluk Persia


Presiden Iran Ebrahim Raisi berpidato pada KTT BRICS ke-15, di Johannesburg, Afrika Selatan, 24 Agustus 2023. (Foto: via AP)
Presiden Iran Ebrahim Raisi berpidato pada KTT BRICS ke-15, di Johannesburg, Afrika Selatan, 24 Agustus 2023. (Foto: via AP)

Presiden Iran, Senin (18/9), menekankan perlunya Amerika Serikat tidak campur tangan di negara-negara Teluk Persia dan di seluruh dunia.

Ebrahim Raisi menekankan bahwa hubungan regional dapat meningkat secara signifikan jika Amerika menahan diri untuk tidak terlibat dalam urusan negara-negara Teluk dan berfokus pada masalah dalam negerinya seperti pembunuhan yang dilakukan polisi.

Pemimpin Iran tersebut berbicara hanya beberapa jam setelah lima orang Amerika yang ditahan di Iran tiba di Qatar, dibebaskan dalam kesepakatan yang membuat Presiden Joe Biden setuju untuk mencairkan aset-aset Iran bernilai hampir $6 miliar.

Dalam pidatonya, Raisi menentang sanksi Amerika terhadap Iran. Ia menunjuk laporan Badan Energi Atom Internasional yang sejauh ini tidak mendapati penyimpangan dalam pengembangan nuklir Iran.

Negara-negara regional seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi baru-baru ini berupaya memperbaiki hubungan diplomatik mereka dengan Iran. Tetapi Raisi memperingatkan negara-negara di kawasan itu agar tidak terlalu dekat dengan sekutu Amerika, Israel. Ia menyatakan, “Normalisasi hubungan dengan rezim Zionis tidak menciptakan keamanan.”

Lebih lanjut, Raisi membahas kerusuhan yang direncanakan di Iran. Ia menyatakan bahwa upaya untuk mengganggu keamanan negaranya tidak berhasil karena "mayoritas rakyat Iran tidak menunjukkan dukungan" bagi para perusuh.

Raisi menyoroti insiden pada 16 September ketika usul protes hanya diikuti sedikit orang, malahan tidak ada sama sekali. Ini, kata Raisi, menggarisbawahi penolakan masyarakat terhadap kekacauan dan destabilisasi sosial. [ka/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG