Tautan-tautan Akses

Polisi Malaysia Gagalkan Serangan Jelang Kunjungan Raja Saudi


Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar dalam konferensi pers di Kuala Lumpur (22/2). (AP/Vincent Thian)
Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar dalam konferensi pers di Kuala Lumpur (22/2). (AP/Vincent Thian)

Malaysia hari Selasa (7/3) mengatakan tujuh militan yang ditahan akhir bulan lalu menjelang kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi sedang merencanakan serangan terhadap "keluarga kerajaan Arab."

Raja Salman mengunjungi Malaysia pada 26 Februari sebagai bagian dari tur Asia selama satu bulan.

"Mereka berencana menyerang anggota kerajaan Arab selama kunjungan mereka ke Kuala Lumpur. Kami menangkapnya pada saat terakhir," ujar Inspektur Jenderal Kepolisian Khalid Abu Bakar kepada wartawan.

Dua dari tujuh militan itu sedang berencana meluncurkan serangan skala besar menggunakan "alat peledak rakitan yang dibawa kendaraan."

Hari Minggu, Malaysia mengatakan telah menangkan seorang warga Malaysia dan enam warga asing -- satu orang Indonesia, empat warga Yaman dan satu Asia Timur -- antara 21 dan 26 Februari atas dugaan keterkaitan dengan kelompok-kelompok militan termasuk Negara Islam (ISIS).

Malaysia telah menangkap ratusan orang dalam beberapa tahun terakhir atas dugaan keterkaitan dengan kelompok-kelompok militan.

Negara itu ada dalam kewaspadaan tinggi sejak pembom bunuh diri dan pria-pria bersenjata yang terkait ISIS meluncurkan sejumlah serangan di Jakarta pada Januari 2016.

Sebuah serangan granat di sebuah bar di pinggiran Kuala Lumpur Juni tahun lalu melukai delapan orang. ISIS mengklaim tanggung jawab atas serangan itu.

Raja Salman ada di Kuala Lumpur dengan delegasi beranggotakan 600 orang sebelum terbang ke Indonesia.​ [hd]

XS
SM
MD
LG