Tautan-tautan Akses

PM Kanada Minta Wewenang Badan Mata-mata Kanada Diperluas


Perdana Menteri Kanada Stephen Harper (kiri) dan Kepala Staf Umum Pertahanan Kanada Tom Lawson ikut dalam sebuah tribute untuk tentara Kanada yang tewas tertembak, sebelum pertandingan football CFL antara Ottawa Redblacks dan Montreal Alouettes di Ottawa.
Perdana Menteri Kanada Stephen Harper (kiri) dan Kepala Staf Umum Pertahanan Kanada Tom Lawson ikut dalam sebuah tribute untuk tentara Kanada yang tewas tertembak, sebelum pertandingan football CFL antara Ottawa Redblacks dan Montreal Alouettes di Ottawa.

Perdana Menteri Kanada mengatakan parlemen harus memperluas wewenang badan mata-mata Kanada untuk melacak tersangka teroris di luar negeri.

Perdana Menteri Kanada meminta parlemen untuk memberikan wewenang pada badan mata-mata Kanada untuk menahan orang di dalam negeri yang diduga berkomplot melakukan serangan dan ia berjanji akan mendesakkan sebuah persetujuan yang cepat.

Desakan dari Stephen Harper agar memberi Canadian Security Intelligence Service lebih banyak kekuasaan untuk melakukan pengintaian datang menyusul serangan di Ottawa dan dekat Montreal minggu ini yang menewaskan dua tentara.

Pada hari Jumat (24/10), pemimpin Oposisi Thomas Mulcair dikutip mengatakan partainya akan mempertimbangkan perubahan pada UU Intelijen Kanada dari tahun 1984. Mulcair mengatakan "Partai Demokratik Baru bersedia bekerja sama dengan pemerintah untuk meloloskan RUU, tetapi hal itu tidak berarti apa saja yang diinginkan partai Konservatif.”

XS
SM
MD
LG