Tautan-tautan Akses

PM Australia Kecam Insiden Geledah Paksa di Qatar


Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara saat peluncuran Pembaruan Strategis Pertahanan 2020 di Canberra, Rabu, 1 Juli 2020. (Foto: AP)

Perdana Menteri Australia menegaskan kembali bahwa insiden di mana sejumlah perempuan di Bandara Internasional Doha, Qatar, digeledah secara paksa tidak dapat diterima. Scott Morrison, Rabu (28/10), mengatakan bahwa pemerintahnya sedang menunggu hasil penyelidikan.

Awal bulan ini, pihak berwenang Bandara Doha memeriksa secara paksa sejumlah penumpang perempuan, termasuk warga Australia, yang akan melakukan penerbangan dengan Qatar Airways ke Australia. Langkah itu diambil setelah petugas bandara menemukan bayi yang baru lahir dan dibiarkan telantar di kamar kecil.

Seperti kebanyakan negara di Timur Tengah, Qatar menganggap hubungan seks di luar nikah sebagai tindakan kriminal. Pada masa lalu banyak buruh migran menyembunyikan kehamilan dan bepergian ke luar negeri untuk melahirkan, sementara tak sedikit yang menelantarkan bayi mereka untuk menghindari penjara.

Pemerintah Qatar telah meminta maaf atas insiden tersebut dan mengatakan bahwa bayi perempuan itu kini dalam keadaan aman di sebuah pusat perawatan medis di Doha. Mereka mengatakan bayi yang baru lahir itu ditemukan dalam kantung plastik, dan diletakkan di bawah onggokan sampah.

"Kendati tujuan pencarian dadakan itu mencegah pelaku kejahatan yang mengerikan melarikan diri, Qatar menyesalkan setiap penderitaan atau pelanggaran atas kebebasan pribadi yang dialami para pelancong akibat tindakan ini," sebut pernyataan resmi pemerintah Qatar.

Sedikitnya 18 warga Australia, beserta sejumlah perempuan dari negara lain, digeledah dalam insiden itu, sebut pemerintah Australia. [ab/uh]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG