Tautan-tautan Akses

Piala Dunia: Di Tangan Nishino, Jepang Terlahir Kembali


Para pemain timnas Jepang sedang berlatih di Kazan untuk berlaga di turnamen Piala Dunia Rusia 2018, 26 Juni 2018.
Para pemain timnas Jepang sedang berlatih di Kazan untuk berlaga di turnamen Piala Dunia Rusia 2018, 26 Juni 2018.

Dua bulan lalu, Akira Nishino belum memimpin tim Samurai Biru dan tidak ada kepastian Keisuke Honda, pesepak bola timnas Jepang, akan ikut terbang ke Rusia.

Sekarang, timnas sepak bola Jepang hanya butuh satu poin lagi saat melawan Polandia di Volgograd untuk lolos ke putaran kedua, berkat tendangan Honda yang menyamakan kedudukan dengan Senegal.

Ini adalah kemenangan pertama negara Asia atas sebuah negara Amerika latin di Piala Dunia.

Prestasi itu sulit dipercaya karena beberapa bulan sebelum Piala Dunia dimulai, banyak kekacauan di tim Jepang. Dimulai dengan keputusan Asosiasi Sepak Bola Jepang memecat pelatih asal Bosnia, Vahid Halilhodzic, pada April, menyusul penampilan buruk tim Jepang dan laporan-laporan pertikaian dengan pemain-pemain senior. Keputusan itu adalah pertaruhan terbesar bagi Jepang.

Namun semua itu sudah terbayar. Nishino membungkam para pengkritiknya dengan permainan anak-anak asuhannya yang rapi, cepat, cerdik dan keahlian yang mumpuni untuk menjadi tim yang tak terkalahkan di puncak Grup H.

Mantan penyerang AC Milan dan CSKA Moskow, Honda mungkin tidak akan bermain di Piala Dunia, bila Halilhodzic masih menjadi pelatih. Hubungan mereka dikabarkan sangat buruk.

Tapi Honda, yang tampak mencolok dengan rambut pirang, terlahir kembali di tangan Nishino.

Honda, yang sekarang bermain untuk klub Pachuca di Meksiko, menjadi pemain Jepang pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia, setelah dia keluar dari bangku cadangan dan membantu menahan imbang 2-2 di Yekaterinburg.

Keisuke Honda merayakan gol yang dicetaknya dalam laga melawan Uni Emirat Arab dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, di Saitama, Tokyo, 1 September 2016.
Keisuke Honda merayakan gol yang dicetaknya dalam laga melawan Uni Emirat Arab dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, di Saitama, Tokyo, 1 September 2016.

Situasi itu sangat berbeda dengan Agustus tahun lalu, ketika Honda dengan muka murung duduk di bangku cadangan pada saat Jepang memenangkan tiket ke Piala Dunia setelah menang lawan Australia.

Sebelum berangkat ke Rusia, penyerang yang terkenal blak-blakan itu sempat menyindir Halilhodzic.

“Bermain sepak bola seperti gaya Halilhodzic hanya agar dipilih, itu hal yang memalukan untuk saya,” kata Honda kepada televisi NHK. “Saya bangga bahwa saya tetap pada jati diri saya.”

Beberapa pertemuan Jepang dan Polandia sebelumnya tidak banyak memberikan gambaran bagaimana hasil pertandingan di Volvograd Arena pada Kamis (28/6/2018). Kedua tim baru dua kali berhadapan dalam pertandingan persahabatan dan keduanya dimenangkan Jepang, terakhir pada 2002.

“Saya tahu, saya berjanji kepada rakyat Jepang bahwa kami akan memenangkan Piala Dunia,” kata Honda sebelum menuju Jepang. Piala Dunia kali ini bisa jadi yang terakhir untuk Honda.

“Saya belum melupakan hal itu. Terus terang, itu alasan mengapa saya ingin berangkat ke Piala Dunia dan menunjukkan betapa besar artinya bagi saya untuk memenangkan gelar itu.”

Hasil menang atau seri pada Kamis nanti untuk tim Samurai Biru dan Honda, 32 tahun, bisa tetap mengobarkan mimpi mereka. [ft/dw]

XS
SM
MD
LG