Tautan-tautan Akses

Pfizer Kurangi Anggaran Litbang, PHK 300 Karyawan


Bendera Pfizer tampak di kantor pusat globalnya, Senin, 23 November 2015 di New York (foto: AP Photo/Mark Lennihan)
Bendera Pfizer tampak di kantor pusat globalnya, Senin, 23 November 2015 di New York (foto: AP Photo/Mark Lennihan)

Sejak Viagra diperkenalkan 20 tahun lalu, Pfizer masih mencari obat lain yang mampu mendatangkan keuntungan besar seperti yang didapat dari pil biru yang revolusioner tersebut.

Peluang menemukan obat ajaib lain mungkin menyusut karena perusahaan farmasi raksasa itu membatasi anggaran penelitian dan pengembangan (Litbang) di tengah upaya pemotongan biaya yang lebih luas.

Pfizer meramalkan akan mengeluarkan 7,4 miliar hingga 7,9 miliar dolar tahun ini untuk Litbang, dibandingkan 7,7 miliar dolar tahun lalu, menurut proyeksi yang dirilis Februari lalu.

Jumlah itu dibawah anggaran Litbang pesaingnya seperti Merck dan Johnson & Johnson, yang merencanakan pengeluaran lebih dari 10 miliar dolar.

Januari lalu, perusahaan farmasi dengan penjualan terbesar kedua di dunia itu mengakhiri program penelitiannya untuk obat Alzheimer dan Parkinson, mem-PHK 300 orang dan mengatakan akan menginvestasikan kembali dana itu dalam bidang lain.

Pfizer juga mengisyaratkan kemungkinan menjual bisnis perawatan kesehatan, mencakup produk-produk populer yang dijual bebas seperti obat anti-radang, multivitamin, dan pelembab bibir. [ka/al]

XS
SM
MD
LG