Tautan-tautan Akses

AS

Perpustakaan Kongres AS Tidak akan Kumpulkan Semua Tweet


Gedung Perpustakaan Kongres AS di Washington DC. (Foto: dok).

Perpustakaan Kongres Amerika mengatakan tidak akan mengumpulkan tiap tweet yang diterbitkan di Twitter seperti yang telah dilakukan selama 12 tahun ini.

Perpustakaan tersebut mengatakan minggu ini pihaknya tidak dapat lagi mengumpulkan semua tweet di seluruh platform media sosial karena Twitter mengizinkan tweet, foto- foto dan video yang panjang.

Dikatakan dalam sebuah posting blog minggu ini bahwa tujuan semula mengumpulkan dan mengarsipkan tweet adalah "mendokumentasikan kemunculan media sosial online untuk generasi mendatang." Perpustakaan mengatakan telah memenuhi tujuan itu dan tidak lagi perlu menjadi pengumpul tweet yang "komprehensif".

Perpustakaan Kongres mengatakan masih akan mengumpulkan dan mengarsipkan tweets pada masa depan, tetapi akan melakukannya secara lebih selektif. Dikatakan "tweet yang dikumpulkan dan diarsipkan akan bersifat tematik dan berhubungan dengan berbagai peristiwa, termasuk acara-acara seperti pemilihan umum, atau tema kepentingan nasional , misalnya kebijakan publik."

Perpustakaan tersebut mengatakan, umumnya tidak mengumpulkan media secara komprehensif, tetapi membuat pengecualian untuk tweet publik pada waktu platform media sosial itu pertama kali dikembangkan.

Perpustakaan Kongres mengatakan akan menyimpan arsip tweet sebelumnya dari tahun 2006-2017 untuk membantu orang memahami bangkitnya media sosial dan memberi gambaran tentang suasana publik selama masa itu. "Sepanjang sejarahnya, Perpustakaan telah memanfaatkan kesempatan untuk mengumpulkan foto-foto momen unik dalam sejarah manusia dan melestarikannya untuk generasi mendatang," katanya.

"Arsip Twitter bisa menjadi salah satu warisan paling penting bagi generasi mendatang, yang akan belajar banyak tentang masa yang kaya ini dalam sejarah, arus informasi, dan kekuatan sosial dan politik yang membantu menentukan generasi masa kini," jelasnya. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG