Tautan-tautan Akses

Perang Ukraina Munculkan Peluang Baru bagi Petani Prancis


Ukraina adalah produsen utama dunia minyak goreng dari bunga matahari (foto: ilustrasi).

Invasi Rusia ke Ukraina mengganggu ekspor hasil tanaman pangan dan menaikkan harga pangan dunia. Kedua negara itu adalah pengekspor utama bahan pokok pangan seperti gandum dan minyak dari bunga matahari. Produsen pertanian terbesar Uni Eropa, Prancis, sebagian petaninya merasakan punya peluang, terutama untuk memperluas budidaya bunga matahari.

Adrien Dupuy mencoba menanam bunga matahari dua tahun lalu. Tahun ini meskipun masih cukup kecil, hasil budidaya bunga matahari di ladangnya di utara Paris berlipat-ganda.

“Bunga matahari mudah tumbuh, tidak memerlukan obat hama atau obat jamur. Satu-satunya masalah adalah burung yang suka memakan bijinya,” ungkapnya.

Ada alasan lain untuk menanam bunga matahari, karena Ukraina dan Rusia, produsen bunga matahari utama dunia, sedang berperang.

Perang di Ukraina membuat harga minyak dari bunga matahari naik. Saya pikir harganya akan tetap tinggi untuk beberapa bulan mendatang, katanya.

Di sini dan di tempat lain di Eropa, minyak bunga matahari menjadi sulit didapat. Kelangkaan itu menjadi masalah ketika harus memasak kentang goreng yang terkenal di Prancis.

Direktur Perdagangan dan Pertanian Perancis, Marion Jansen mengatakan, “Ukraina berperan atas 30 persen produksi bunga matahari dunia. Juga atas lima persen produksi gandum dan jelai. Jadi, untuk bunga matahari, ini adalah pengaruh besar.”

Walaupun Prancis adalah salah satu produsen bunga matahari utama di Uni Eropa untuk minyak bermutu tinggi, Prancis mengimpor minyak bunga matahari standar dari Ukraina karena kekurangan kapasitas produksi. [ps/lt]

XS
SM
MD
LG