Tautan-tautan Akses

Penyelamatan Spesies Lewat Kotorannya


Badah hitam betina di Taman Nasional Nairobi

Demi kepentingan konservasi, para ilmuwan kini mengumpulkan kotoran badak. Ini merupakan bagian dari inisiatif untuk membantu mencegah punahnya spesies yang sudah terancam. Tim dari Kebun Binatang Chester dan Universitas Manchester menyebut kolaborasi ini sebagai “menyelamatkan spesies lewat kotoran.”

Para peneliti sedang berupaya mengidentifikasi alasan di baliknya buruknya pertumbuhan populasi sejumlah hewan liar di Afrika, termasuk zebra gunung jenis Grevy dan Cape. Fokus utama kini adalah pada badak hitam yang terancam punah.

Sue Walker, Kepala Ilmu Pengetahuan Praktis Kebun Binatang Chester, mengatakan, “Apa yang telah kami lakukan dengan Universitas Manchester adalah mengembangkan piranti ini untuk memahami mengapa spesies seperti badak hitam mungkin tidak dapat berkembang biak dengan baik. Dan jika kita dapat memahami hal itu maka kita dapat menyampaikan informasi tersebut kepada manajemen pusat konservasi untuk membuat keputusan yang mengubah cara mengelola tempat tersebut sehingga dapat meningkatkan reproduksi hewan tersebut.”

Di laboratorium Kebun Binatang Chester para peneliti bereksperimen dengan metode non-invasif untuk mengumpulkan data – dengan menggunakan penanda bio-fisiologis – kotoran hewan. Peneliti di kebun binatang itu, Danielle Gilroy, mengatakan, “Kami mencoba mengembangkan penanda-bio lewat kotoran hewan tersebut, sehingga dapat mengetahui kondisi, kesehatan, dan apakah hewan itu stress atau tidak; juga apakah mereka sedang bereproduksi atau tidak.”

Tujuan inisiatif bersama bernilai 1,5 juta dolar ini adalah untuk mengembangkan strategi mempromosikan reproduksi alami. Profesor Susanne Shultz di Universitas Manchester mengatakan, “Kami mengumpulkan banyak koleksi contoh kotoran hewan di alam liar karena sebenarnya kita dapat mengetahui banyak tentang status penyakit hewan tersebut, status reproduksi, diet, tingkat stress dan lainnya. Jadi sebenarnya kita memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi hewan dari contoh-contoh ini.”

Para peneliti berharap apa yang mereka pelajari dari hewan di penangkaran ini dapat diterapkan pada populasi liar. Peningkatan tingkat kelahiran hewan sangat penting karena semakin besarnya ancaman perburuan liar dalam beberapa tahun terakhir ini di sub-Sahara Afrika, meskipun ada upaya pemerintah dan penjaga taman konservasi untuk menghentikan praktik ilegal tersebut. [em]

XS
SM
MD
LG