Tautan-tautan Akses

Peneliti Usahakan Pohon Natal yang Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan


Pohon Natal di Place Vendome, Paris, Prancis, 15 Desember 2021. (REUTERS/Benoit Tessier)
Pohon Natal di Place Vendome, Paris, Prancis, 15 Desember 2021. (REUTERS/Benoit Tessier)

Setiap tahun selalu terjadi perdebatan apakah sebaiknya menghadirkan pohon Natal plastik sebagai pengganti pohon yang alami? Denmark, pengekspor cemara terbesar di Eropa, membuat proyek empat tahun untuk mengawinkan jenis pohon baru yang lebih tahan terhadap suhu udara sedang dan lebih ramah lingkungan karena tidak banyak membutuhkan pupuk dan pestisida.

Di pedesaan Denmark, pohon cemara Nordmann yang hijau subur memulai perjalanan panjang mereka ke rumah keluarga yang merayakan Natal.

Pedagang grosir Arbodania di Lundby, kota yang terletak 80 kilometer selatan ibu kota Kopenhagen, adalah produsen cemara terbesar ketiga di negara itu. Mereka mengekspor hampir satu juta pohon Natal setahun.

Seorang penjual pohon Natal di pasar terbuka di Nice, Prancis, mengenakan masker pelindung saat menunggu pembeli, 14 Desember 2021. (REUTERS/Eric Gaillard)
Seorang penjual pohon Natal di pasar terbuka di Nice, Prancis, mengenakan masker pelindung saat menunggu pembeli, 14 Desember 2021. (REUTERS/Eric Gaillard)

Perlu proses panjang untuk sampai pada situasi sekarang. Dimulai dengan menanam anakan pohon sekitar sembilan tahun lalu, akhirnya tumbuh menjadi cemara yang layak dihadirkan dalam ruang keluarga. Pohon itu bisa tumbuh hingga dua sentimeter sehari.

Cemara untuk Natal adalah bisnis besar di Denmark. Negara itu adalah pengekspor utama Eropa, setiap tahun mengirim sekitar 10 juta pohon ke luar negeri. Sebagian besar ke Jerman, Prancis, dan Italia.

"Kami memiliki iklim laut yang sangat bagus, artinya kami dikelilingi oleh samudera, dan samudera, tentu saja, sangat baik dalam menjaga suhu konstan, sehingga menjaga suhu musim panas tetap rendah dan suhu naik pada musim dingin. Dan itulah yang disukai pohon kami," kata pemilik Arbodania, Bernt Johan Collet.

Menurut Carbon Trust, pohon plastik yang digunakan dalam beberapa tahun ini lebih baik bagi lingkungan daripada membeli pohon baru yang ditanam secara komersial setiap tahun. Pohon yang tumbuh lambat dan tidak menggunakan pupuk lebih disukai, katanya.

Seorang pria menarik pohon Natal yang telah dipotongnya di perkebunan pohon Natal Unterweikertshofen dekat Munich, Jerman, 11 Desember 2021. (REUTERS/Lukas Barth)
Seorang pria menarik pohon Natal yang telah dipotongnya di perkebunan pohon Natal Unterweikertshofen dekat Munich, Jerman, 11 Desember 2021. (REUTERS/Lukas Barth)

Asosiasi Pohon Natal Denmark mengatakan 20 pohon alami lebih ramah iklim daripada satu pohon plastik. Direktur pelaksana Asosiasi Pohon Natal Denmark, Claus Jerram Christensen mengatakan, "Dua survei di Amerika menunjukkan bahwa pohon ini lebih ramah lingkungan, setidaknya dibandingkan dengan pohon plastik atau pohon palsu," kata Claus Jerram Christensen.

Dalam rumah kaca di University of Copenhagen, tim peneliti mempelajari genotipe berbagai pohon, mencoba membiakkan pohon Natal baru hasil persilangan yang akan lebih tahan terhadap suhu yang tidak terlalu panas atau dingin dan lebih ramah lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit pupuk dan pestisida.

Brauner Nielsen menyilangkan cemara Nordmann yang populer dari Pegunungan Kaukasus Georgia dengan cemara Turki. Tanaman konifera yang lebih langka itu menunjukkan ketahanan yang lebih alami terhadap serangan serangga penghisap getah, yang disebut adelgid. Ini adalah proyek empat tahun, sekitar $1,3 juta, yang sebagian didanai oleh penanam pohon Denmark.

Diharapkan proyek ini dapat menghasilkan pohon Natal yang lebih kuat dan ramah lingkungan yang disesuaikan dengan suhu yang tidak terlalu panas atau dingin dan juga lebih sedikit membutuhkan pupuk dan pestisida. Tim peneliti akan melihat hasilnya dalam waktu sekitar tiga tahun. Brauner Nielsen mengatakan, "Kami ingin menyediakan alat dan materi genetik sehingga petani dapat menghasilkan pohon yang benar-benar diinginkan konsumen."

Poul Norup memeriksa pohon Natal di perkebunan pohon di Skjoeldenaesholm, di timur Denmark, 6 Desember 2008.(AFP)
Poul Norup memeriksa pohon Natal di perkebunan pohon di Skjoeldenaesholm, di timur Denmark, 6 Desember 2008.(AFP)

Di pinggiran Kopenhagen, dalam "hutan hibrida," pohon cemara persilangan telah tumbuh sejak 2017. Dari sinilah peneliti memanen bahan pemotongan untuk eksperimen mereka.

Untuk saat ini, permintaan pohon Natal alami tetap kuat. Di pasar pohon di pinggiran kota Kopenhagen, keluarga Denmark datang untuk memilih cemara yang akan menjadi pohon Natal mereka.

Annemette Voss tinggal tidak jauh dari pasar pohon itu. Ia mengatakan, "Saya selalu memilih pohon alami. Rasanya salah kalau membeli pohon plastik. Jadi, bagi saya, menghadirkan alam ke dalam rumah adalah hal yang istimewa. Ini tradisi khusus dan saya ingin tetap seperti itu." [ka/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG