Tautan-tautan Akses

Pencarian Pesawat Malaysia yang Hilang Mungkin di Tempat yang Salah


Hari Selasa (20/12), para penyelidik hilangnya pesawat MH370 memberi pengakuan bahwa kemungkinan selama ini mereka telah mencari di tempat yang salah.
Hari Selasa (20/12), para penyelidik hilangnya pesawat MH370 memberi pengakuan bahwa kemungkinan selama ini mereka telah mencari di tempat yang salah.

Analisa terbaru oleh tim penyelidik internasional menyimpulkan pesawat Boeing 777 itu sangat tidak mungkin berada di zona pencarian yang sekarang dan mungkin berada di daerah yang lebih jauh ke utara.

Selama dua tahun ini, beberapa kapal laut telah dengan rajin menyisir daerah terpencil Samudera Hindia di sebelah barat Australia dalam usaha berbiaya $160 juta dolar untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 370. Hari Selasa (20/12), para penyelidik memberi pengakuan yang sudah pasti memedihkan: Mereka kemungkinan telah mencari di tempat yang salah.

Analisa terbaru oleh tim penyelidik internasional menyimpulkan pesawat Boeing 777 itu sangat tidak mungkin berada di zona pencarian yang sekarang dan mungkin berada di daerah yang lebih jauh ke utara. Tetapi walaupun para petugas pencarian diperkirakan akan menyelesaikan pencarian dengan sonar laut-dalam di zona pencarian yang sekarang bulan depan, kemungkinan memperluas pencarian ke utara tampaknya meragukan, karena menteri perhubungan Australia telah mengatakan analisa itu tidak cukup jelas untuk membenarkan dilanjutkannya pencarian.

Analisa terbaru pencarian Penerbangan 370 itu menunjukkan kesulitan luar biasa yang dihadapi para pejabat dalam usaha menemukan pesawat itu berdasarkan data yang sangat sedikit dan kabur. Sepanjang pencarian, para pejabat telah mengatakan mereka bukan hanya mencari satu jarum dalam timbunan jerami -- mereka mencari timbunan jerami.

Hari Selasa, timbunan jerami itu bakal bergeser lagi, setelah keluarnya laporan Biro Keselamatan Angkutan Australia, yang memimpin pencarian pesawat itu. Laporan itu adalah hasil pertemuan bulan November para pakar internasional dan Australia yang memeriksa kembali semua data yang digunakan untuk menentukan daerah pencarian pesawat, yang hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing tanggal 8 Maret tahun 2014, dengan 239 orang di dalamnya. [gp]

Recommended

XS
SM
MD
LG