Tautan-tautan Akses

Pasukan AS di Irak dan Suriah Ditarget Sebanyak 13 Kali dalam Sepekan Terakhir


Sejumlah kendaraan militer milik tentara AS terlihat berada di pangkalan udara Ain al-Asad di provinsi Anbar, Irak, pada 13 Januari 2020. (Foto: Reuters/John Davidson)
Sejumlah kendaraan militer milik tentara AS terlihat berada di pangkalan udara Ain al-Asad di provinsi Anbar, Irak, pada 13 Januari 2020. (Foto: Reuters/John Davidson)

Pasukan Amerika Serikat di Irak dan Suriah telah diserang dengan pesawat tak berawak atau roket sedikitnya 13 kali dalam sepekan terakhir, demikian ungkap juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder pada Selasa (24/10), mengukuhkan laporan VOA sebelumnya.

Menanggapi pertanyaan dari VOA, Ryder menyalahkan proksi yang didukung Iran atas serangan yang terjadi hampir setiap hari terhadap pasukan Amerika.

"Kami tahu kelompok-kelompok yang melakukan serangan ini didukung oleh IRGC [Korps Garda Revolusi Islam Iran] dan rezim Iran. Apa yang kami lihat adalah prospek eskalasi yang lebih signifikan terhadap pasukan dan personel Amerika di seluruh wilayah dalam waktu dekat, yang berasal dari pasukan proksi Iran dan pada akhirnya dari Iran," ujarnya.

"Jika dan kapan kami memutuskan untuk merespons, kami akan melakukannya pada waktu dan tempat yang kami tentukan," tambah Ryder.

Sedikitnya 20 personel AS menderita luka ringan di Suriah, dan empat lainnya mengalami luka ringan di Irak akibat serangan-serangan itu. Namun dua pejabat Amerika mengatakan pada VOA bahwa semua personel itu sudah kembali bertugas.

Pihak militer terus memantau potensi cedera otak traumatis yang disebabkan oleh serangan tersebut, salah seorang pejabat menambahkan.

Seorang kontraktor AS di Pangkalan Udara al-Asad di Irak meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung ketika berlindung di tempat yang aman saat terjadi peringatan palsu akan adanya serangan udara. [em/rs]

Forum

XS
SM
MD
LG