Tautan-tautan Akses

Pakar PBB Sebut Situasi HAM di Belarus Sangat Memburuk


Peraih hadiah Nobel Ales Bialiatski diperkirakan menerima vonis lebih dari sepuluh tahun penjara (foto: dok).
Peraih hadiah Nobel Ales Bialiatski diperkirakan menerima vonis lebih dari sepuluh tahun penjara (foto: dok).

Situasi HAM yang buruk di Belarus menjadi semakin parah, kata seorang pakar PBB hari Kamis (2/3), sehari sebelum peraih Hadiah Nobel Ales Bialiatski diperkirakan menerima vonis lebih dari sepuluh tahun penjara.

“Penilaian saya terkait situasi HAM [di sana] yaitu bahwa situasinya telah sangat memburuk,” kata pelapor khusus di Belarus Anais Marin di sela-sela acara Dewan HAM PBB di Jenewa.

“Dari buruk menjadi semakin buruk.”

Ia dan kantor HAM PBB akan memaparkan laporan mereka di hadapan dewan HAM bulan ini terkait pelanggaran di Belarus seputar pemilihan presiden yang sengit tiga tahun lalu.

Belarus dirundung demonstrasi anti-pemerintah besar-besaran selama berbulan-bulan setelah hasil pilpres pada Agustus 2020 kembali menempatkan Presiden Alexander Lukashenko di tampuk kepemimpinan untuk masa jabatan keenam. Lukashenko adalah sekutu setia Presiden Rusia Vladimir Putin.

Marin, seorang pakar independen, mengaku khawatir bahwa “terus memburuknya situasi HAM di Belarus pada akhirnya bisa tidak terdeteksi.”

Tidak ada unjuk rasa berskala besar di Belarus selama lebih dari dua tahun, katanya, “karena semua suara independen di negara itu telah dibungkam.”

Marin menyebut Belarus saat ini menahan “sedikitnya 1.400” tahanan politik, sementara lebih dari 700 organisasi masyarakat sipil dipaksa menutup kantor mereka dalam tiga tahun terakhir.

Sebanyak 32 wartawan dan pekerja media saat ini ditahan, ungkapnya, mengutip Asosiasi Jurnalis Belarusia.

“Saya tetap sangat prihatin pada penjatuhan hukuman secara sistematis terhadap kebebasan berekspresi,” katanya.

Contoh mencolok penindasan itu dapat dilihat dari kemungkinan vonis hukuman yang akan dijatuhkan pada hari Jumat (3/3) terhadap Bialiatski, pendiri Viasna, kelompok HAM paling terkemuka di Belarus.

Bialiatski, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, menjalani persidangan awal tahun ini bersama rekannya Valentin Stefanovich dan Vladimir Labkovich, atas tuduhan menyelundupkan uang ke Belarus untuk mendanai pihak oposisi.

Natalia Satsunckevich dari Viasna memberi tahu acara di Jenewa pada hari Kamis bahwa ia memperkirakan Bialiatski akan menerima hukuman penjara selama 12 tahun sesuai dakwaan jaksa, sementara rekan-rekannya diperkirakan akan menerima hukuman penjara yang lebih singkat. [rd/jm]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG