Tautan-tautan Akses

Outtara Sambut Baik Kaum Imigran, Minta Kekerasan Dihentikan


Seorang pria menunjukkan reruntuhan sebuah toko akibat bentrokan pasukan Pantai Gading dan pejuang pro-Outtara di Abidjan, Rabu (16/3).
Seorang pria menunjukkan reruntuhan sebuah toko akibat bentrokan pasukan Pantai Gading dan pejuang pro-Outtara di Abidjan, Rabu (16/3).

Pemimpin yang diakui dunia internasional, Alassane Outtara, mengatakan bahwa warga Pantai Gading harus menyambut warga imigran dan menghentikan kekerasan.

Pemimpin yang diakui secara internasional sebagai pemenang pemilu presiden di Pantai Gading, Alassane Ouattara, menyerukan agar kekerasan terhadap kaum imigran diakhiri.

Outtara mengatakan bahwa kaum imigran diperbolehkan tinggal di Pantai Gading. Ia juga mendesak semua warga negara agar membantu membangun sebuah negara yang ramah yang melampaui hubungan darah. Ouattara berbicara dari Hotel Golf di Abidjan di mana ia dijaga ketat oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.

Human Rights Watch menuduh pasukan yang setia kepada Presiden Laurent Gbagbo, tidak bersedia menyerahkan kekuasaan, menargetkan kaum imigran dari Mali, Burkina Faso, Nigeria dan Niger. Pasukan tersebut, menurut organisasi ini, memukuli mereka dan, dalam beberapa kasus, membakar mereka hidup-hidup. Organisasi ini juga mengatakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan pro-Gbagbo dalam tiga bulan terakhir ini, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan, termasuk dalam tindakan kejahatan perang.

Pertempuran berlanjut di Abidjan dan di bagian barat Pantai Gading. Saksi mata melaporkan terjadinya pertempuran hebat di kota strategis Duekoue, dekat perbatasan dengan Liberia.

Pemberontak Pasukan Baru yang mendukung Outtara sedang berusaha keras masuk ke wilayah yang dikuasai oleh pasukan Gbagbo. Kelompok pemberontak ini mengatakan pihaknya telah merebut empat kota di bagian barat dari pasukan pro-Gbagbo dalam beberapa minggu belakangan ini.

XS
SM
MD
LG