Tautan-tautan Akses

Oposisi Suriah Minta Presiden Assad Hentikan Penumpasan Maut


Para aktivis oposisi kelompok Perubahan Demokratik Nasional dalam pertemuan hari Minggu di ibukota Damaskus (18/9).
Para aktivis oposisi kelompok Perubahan Demokratik Nasional dalam pertemuan hari Minggu di ibukota Damaskus (18/9).

Seruan itu dikemukakan kelompok Perubahan Demokratik Nasional, yang mengadakan sidang mereka hari Minggu di ibukota Damaskus.

Kelompok oposisi Suriah menyerukan kepada Presiden Bashar al-Assad untuk menghentikan penumpasan maut yang dilakukannya atas para demonstran yang melakukan aksi mereka dengan damai di seluruh negeri.

Kelompok Perubahan Demokratik Nasional itu mengadakan sidang mereka hari Minggu di ibukota Damaskus, dihadiri oleh sejumlah tokoh oposisi, kelompok nasionalis Arab dan Kurdi, kelompok Islamis dan kelompok sekuler.

Sidang itu menyerukan kepada rakyat Suriah supaya melanjurkan gerakan damai mereka menentang pemerintahan presiden Assad dan mendesak pemerintah supaya menghentikan semua kekerasan dan tindakan penumpasan terhadap rakyat.

Kebanyakan pertemuan kelompok oposisi selama ini diadakan di luar Suriah. Kata PBB sekitar 2.600 orang tewas dalam penumpasan berdarah yang dilakukan pemerintah.

Minggu lalu, pasukan keamanan Suriah menembak mati sedikitnya 15 orang setelah terjadi demonstrasi besar usai sembahyang Jumat

Aktivis Suriah mengatakan aksi-aksi pembunuhan seperti itu terjadi diseluruh negeri, dari kawasan Jabal al-Zawiya di barat laut sampai ke propinsi Deraa di selatan dan propinsi Hama di bagian tengah.

Aksi-aksi kekerasan yang dilancarkan pasukan Suriah itu menyusul seruan sekretaris-jenderal PBB ban Ki-moon supaya diadakan tanggapan internasional yang jelas atas penumpasan demonstran yang telah memasuki bulan ketujuh.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan ikut mengutuk Suriah dan mengatakan pemerintahan al-Assad akan runtuh, karena zaman diktator yang kejam sudah berlalu.

XS
SM
MD
LG