Tautan-tautan Akses

Operasi Global Hancurkan ‘Kelompok Kejahatan Siber Paling Berbahaya’


Operasi yang dipimpin AS dan Inggris berhasil menghancurkan ‘kelompok kejahatan siber paling berbahaya di dunia”, yaitu terafiliasi dengan Rusia, LockBit (foto: ilustrasi).
Operasi yang dipimpin AS dan Inggris berhasil menghancurkan ‘kelompok kejahatan siber paling berbahaya di dunia”, yaitu terafiliasi dengan Rusia, LockBit (foto: ilustrasi).

Operasi lembaga penegak hukum internasional yang dipimpin oleh Inggris dan Amerika Serikat berhasil menghancurkan ‘kelompok kejahatan siber paling berbahaya di dunia”, yaitu spesialis ransomware yang terafiliasi dengan Rusia, LockBit.

Menurut laporan yang diumumkan hari Selasa (20/2), LockBit dan afiliasinya selama ini menarget pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, sekolah, serta rumah sakit yang mengakibatkan kerusakan senilai miliaran dolar AS dan puluhan juta dolar AS dalam bentuk uang tebusan dari para korban.

Melalui operasi yang diberi nama Operasi Cronos, Badan Anti Kejahatan Nasional Inggris (NCA), bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI), Europol, serta sejumlah lembaga dari sembilan negara lain, berhasil menyusup ke dalam jaringan LockBit dan mengambil alih kendali atas seluruh layanannya.

“Kami telah meretas para peretas, kami telah mengambil alih infrastrukturnya, mengamankan kode mereka, dan mengambil kunci yang akan membantu korban mendekripsi sistem mereka,” kata Direktur Jenderal NCA Graeme Biggar kepada para wartawan di London.

Situs web LockBit diambil alih pada Senin (19/2) malam. Situs itu sebelumnya menjual layanan yang memungkinkan orang untuk mengatur serangan siber dan menyimpan data sampai tebusan dibayarkan.

Jika situs itu diakses, kini akan muncul pesan yang bertuliskan bahwa situs itu “sekarang berada di bawah kendali penegak hukum.”

Departemen Hukum AS (DOJ) mengatakan bahwa operasi itu juga telah mengambil alih kendali atas “berbagai situs web yang diarahkan ke publik dan digunakan oleh LockBit untuk terhubung ke infrastruktur organisasi” serta mengambil alih kendali atas server yang digunakan oleh administrator LockBit.

DOJ juga menambahkan, LockBit telah menargetkan lebih dari 2.000 korban dan menerima lebih dari 120 juta dolar AS dalam bentuk uang tebusan sejak dibentuk empat tahun lalu.

Mereka yang menjadi sasaran termasuk Royal Mail Inggris, produsen pesawat terbang AS Boeing, hingga rumah sakit anak-anak di Kanada. [ti/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG