Tautan-tautan Akses

One Day Farm, Sekolah Alam bagi Anak-anak di Virginia, AS


Di sekolah alam ini anak-anak berteman dengan hewan ternak dan mempelajari mereka.

Bagi siswa di "The Farm School" di kota Hamilton, negara bagian Virginia, alam bebas adalah kelas mereka. Anak-anak usia 3 dan 4 tahun belajar, dan bermain, di luar ruangan setiap hari.

"Pertanyaan pertama yang kita terima dari orangtua adalah 'Bagaimana kalau hujan?'"

"Pertanyaan pertama yang kita terima dari orangtua adalah 'Bagaimana kalau hujan?'" kata salah satu pendiri sekolah tersebut, Jaclyn Jenkins. "Dan kami selalu mengatakan, 'Bawa pakaian lebih!' Kami tetap mendidik mereka. Mereka juga punya banyak energi. Otak mereka bekerja, ketika mereka bergerak. Jadi tujuan kami adalah selalu berada di luar ruangan."

Kelas tanpa dinding

Alison Huff, seorang guru yang telah mengajar anak-anak di sekolah lain, mengatakan, di sekolah ini mereka menggunakan model mengajar secara praktik.

"Ketika mereka belajar tentang labu, kita menambahkan ilmu hitung-hitungan. Mereka belajar tentang warna. Kami mengajarkan ukuran, ketika menanam benih, kita harus memberikan jarak 12 inci di antara benih yang ditanam. Kami menggunakan semua yang digunakan oleh sekolah biasa, tapi di kebun."

Aktivitas memilih labu adalah kesempatan untuk belajar tentang warna, bentuk dan angka.
Aktivitas memilih labu adalah kesempatan untuk belajar tentang warna, bentuk dan angka.

Selain menanam sayur-sayuran dan buah-buahan, anak-anak juga membantu menyiapkan makanan dan mencuci piring mereka.

"Kami mencoba menyisipkan masak-memasak sebanyak mungkin supaya mereka bisa melihat apa saja yang bisa mereka manfaatkan dari kebun dan mencicipinya daripada pergi ke supermarket dan membeli di sana," kata Huff.

Ia menambahkan anak-anak TK ini juga sedikit belajar bahasa asing. "Saya bisa berbahasa Inggris dan Spanyol. Asisten kami berbicara bahasa Perancis dan Arab. Jadi dia menyelipkan bahasa yang ia kuasai dan saya mengajarkan bahasa Inggris dan Spanyol. Dan murid-murid kami yang berusia 3 tahun bisa bicara dalam empat bahasa."

Belajar dari Kalkun

Hewan ternak juga bagian penting dari kurikulum. Jenkins mengatakan setiap bulan, mereka mempelajari satu hewan. Beberapa bulan lalu, mereka mempelajari sapi.

"Kami memang punya sapi, dan kami bawa ke sekolah. Mereka bisa melihat sapi secara langsung. Kita belajar apa yang dimakan oleh sapi tersebut. Kami menggunakan sarung tangan kecil dan pura-pura memerah susu. Kami membuat mentega dan juga yogurt."

Anak-anak belajar tentang kalkun lewat Wayland.
Anak-anak belajar tentang kalkun lewat Wayland.

Anak-anak menghabiskan waktu satu bulan lagi bersama kalkun yang diberi nama Wayland. "Kami mempelajari Wayland kalkun. Dia lucu. Dan juga besar sekali. Kadang-kadang sedikit menakutkan tapi anak-anak tetap mendatanginya dan mengelusnya. Kami berdiskusi tentang bulu, perbedaan antara jantan dan betina, apa yang mereka makan. Anak-anak juga memberi Wayland makan."

"One Day Farm"

Kami selalu mengatakan suatu hari nanti kami akan punya rumah tua dengan peternakan kecil. Ini tujuan kami, begitu kami pensiun, kami akan mencari peternakan ini.

Jaclyn dan suaminya Kenny mendapatkan ide ini setelah mereka membeli peternakan seluas lima hektar di Hamilton, Virginia, yang dilengkapi dengan rumah dari abad ke-18. Mereka menyebutkan "One Day Farm" karena seperti yang dijelaskan oleh Kenny, pasangan suami istri itu berjanji pada diri mereka masing-masing bahwa mereka akan punya peternakan suatu hari nanti.

"Jac dan saya sudah bersama-sama sejak di SMA. Kami selalu mengatakan suatu hari nanti kami akan punya rumah tua dengan peternakan kecil. Ini tujuan kami, begitu kami pensiun, kami akan mencari peternakan ini. Kami tidak berniat pindah dan kami tidak berniat membeli peternakan, tapi tiba-tiba menemukannya di internet. Lalu kami mendatangi peternakan ini dan tidak ingin pergi lagi."

Mereka lalu pindah ke rumah di peternakan ini, dan teman-teman beserta keluarga mereka mulai berkunjung. Mereka ingin melihat seperti apa peternakan itu. Mereka ingin melihat hewan-hewan di sana. "Dan begitulah kami memulai sekolah ini," kata Jaclyn.

Murid-murid sekolah alam menghabiskan sebagian besar waktu mereka di alam bebas.
Murid-murid sekolah alam menghabiskan sebagian besar waktu mereka di alam bebas.

Pasangan itu melihat adanya kebutuhan akan pembelajaran di alam terbuka dengan praktik langsung.

"Kami melihat anak-anak jaman sekarang yang tidak bisa lepas dari iPad atau iPhone mereka, dan mereka belajar dengan cara itu," kata Kenny Jenkins.

"Mereka tidak belajar dengan tangan mereka lagi. Mereka tidak keluar rumah. Hampir semua anak-anak TK di daerah ini hanya menghabiskan waktu sekitar 15-20 menit di luar ruangan dalam satu hari," imbuhnya.

Belajar, bermain dan menjelajah

Fokus pada alam terbuka dan praktik langsung ini yang membuat Courtney Williams mendaftarkan anaknya yang berusia 3 tahun ke sekolah ini.

"Bagi saya, ini yang terbaik," ujarnya. "Ia belajar berhitung, mewarnai, dan semua pelajaran normal lainnya, tapi ia tetap bisa menjadi anak-anak. Ia bisa berlompat-lompatan di kubangan air. Ia juga bisa memanjat pohon dan naik turun bukit. Ia tetap bisa merasakan semua itu, walaupun saya dan suami saya bekerja dan ia tidak bisa melakukan semua itu di rumah. Saya besar di lahan seluas 6 hektar. Saya lari-larian dan bermain di hutan dan saya menginginkan anak saya mengalami hal serupa. Ini jalan keluarnya."

Anak-anak pulang dengan pengalaman baru, pengetahuan baru dan sering kali dengan satu keranjang penuh sayur-sayuran.

"Selain mendapatkan pelajaran, ia juga membawa pulang sayuran sungguhan, ia juga membawa pulang telur," tambah Williams. "Ia membuat saya lebih kreatif ketika memasak, dan ia ingin saya menggunakan semua sayuran yang ia bawa karena ia yang menanamnya sendiri."

Dan memang pengaruh seperti itu yang diinginkan oleh sekolah alam, yaitu mengajarkan seluruh anggota keluarga dan kembali membawa alam bebas ke ruang kelas. [dw]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG