Tautan-tautan Akses

Hasil Studi: Obat AIDS Modern Tingkatkan 10 Tahun Angka Harapan Hidup di Eropa dan AS


Sampel Nevirapine, obat antiretroviral AIDS yag digunakan sejak 1990-an, diperagakan di the National Institutes of Health in Memphis, Tennessee, hari Senin 13 Desember 2004 (foto: AP Photo/APTN)

Orang dewasa berusia muda dan positif HIV memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang 10 tahun di negara-negara Uni Eropa dan AS yang terkait dengan pengobatan AIDS yang dikenal dengan terapi antiretroviral.

Angka harapan hidup untuk orang dewasa berusia muda yang positif HIV meningkat 10 tahun di AS dan Eropa, berkait perbaikan dalam pengobatan AIDS yang dikenal dengan terapi antiretroviral ujar para peneliti.

Ini artinya banyak pasien yang dapat berharap untuk hidup sama lamanya dengan mereka yang tidak menderita HIV, menurut studi para peneliti yang dipublikasikan hari Kamis di sebuah jurnal medis, yaitu The Lancet.

Para ilmuwan menyatakan kemungkinan perbaikan sebagian besar dikarenakan oleh lebih sedikit peralihan ke kombinasi obat yang beracun, dengan lebih banyak pilihan obat untuk orang yang terinfesi turunan virus HIV yang resisten terhadap obat, dan lebih tingginya tingkat kepatuhan untuk menjalani perawatan.

“Penelitian kami menggambarkan sebuah kisah keberhasilan bagaimana perawatan HIV yang lebih baik digabungkan dengan penyaringan, pencegahan, dan perawatan masalah kesehatan yang diasosiasikan dengan infeksi HIV dapat memperpanjang usia,” ujar Adam Trickey, yang memimpin penelitian yang dilakukan di Universitas Bristol, Inggris.

Replikasi Virus berhasil dicegah

Terapi antiretroviral, atau ART, pertama kali digunakan secara luas di pertengahan tahun 1990-an. Terapi ini melibatkan perpaduan tiga obat atau lebih yang mencegah replikasi virus HIV. Terapi ini membantu pencegahan dan memperbaiki kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV, dan juga mencegah penyebaran penyakit tersebut ke depannya.

WHO merekomendasikan terapi ART harus segera diberikan begitu seseorang didiagnosa terinfeksi HIV.

Para peneliti menganalisis studi di 18 negara Eropa dan Amerika Utara yang melibatkan 88.504 orang dengan HIV yang mulai menjalani terapi ART antara tahun 1996 dan 2010.

Tingkat kematian di antara orang yang menjalani perawatan antara tahun 2008 dan 2010 lebih rendah selama tiga tahun pertama masa perawatan dibandingkan mereka yang menjalani perawatan antara tahun 1996 dan 2007.

Tim yang dipimpin Trickey menyatakan ketika mereka mengamati kematian khususnya yang disebabkan oleh AIDS, tingkat kematian selama masa perawatan antara tahun 1996 dan 2010 menurun, kemungkinan karena lebih banyak obat yang lebih efektif dalam memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Sebagai hasilnya, para peneliti menyatakan antara tahun 1996 dan 2013, angka harapan hidup dari orang dewasa yang berusia 20-tahunan yang mendapat perawatan karena HIV meningkat sembilan tahun untuk wanita dan 10 tahun untuk pria di negara-negara anggota Uni Eropa dan Amerika Utara.

Ini menunjukkan angka harapan hidup mereka yang berusia 20-tahunan yang mengawali terapi ART dari tahun 2008 dan seterusnya serta merespon dengan baik terhadap terapi itu akan memiliki angka harapan hidup mendekati angka harapan hidup populasi secara umum – yaitu 78 tahun.

Tidak semua pasien mendapatkan manfaat

Namun peningkatan angka harapan hidup ini tidak tampak di seluruh orang yang terinfeksi HIV.

Angka harapan hidup dari mereka yang terinfeksi karena menyuntikkan narkoba, contohnya, tidak meningkat sebanyak kelompok lainnya.

Trickey menyatakan hal ini menekankan perlunya pencegahan dan usaha perawatan difokuskan pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi. [ww]

XS
SM
MD
LG