Obama Peringati 10 Tahun Bencana Badai Katrina di New Orleans
Obama Peringati 10 Tahun Bencana Badai Katrina di New Orleans
Presiden AS Barack Obama berbincang dengan warga di daerah yang telah dibangun kembali setelah terkena Badai Katrina di New Orleans, Louisiana (27/8). (Reuters/Carlos Barria)
Obama menyoroti pemulihan dan kemajuan besar New Orleans setelah menderita banjir besar.
GEDUNG PUTIH —
Sepuluh tahun setelah Badai Katrina melanda New Orleans, menewaskan 1.800 orang dan menghancurkan 100 ribu rumah – Presiden Barack Obama menyambut kebangkitan kembali kota di bagian selatan Amerika itu.
“Anda adalah contoh dari apa yang mungkin ketika menghadapi tragedi dan menghadapi kesulitan, orang-orang yang baik datang bersama untuk memberi pertolongan. Dan satu demi satu batu bata, satu demi satu blok, satu demi satu perkampungan, Anda membangun masa depan yang lebih baik,” kata Obama.
Dalam pidatonya di sebuah pusat komunitas di Lower Ninth Ward di kota yang paling parah terimbas badai tersebut, Obama menyoroti pemulihan dan kemajuan besar New Orleans setelah menderita banjir besar.
“Proyek pembangunan kembali di sini tidak hanya memulihkan kota itu seperti semula, tetapi membangun kota sebagaimana seharusnya,” katanya di hadapan khalayak 600 orang.
”Sebuah kota tempat setiap orang, siapapun mereka atau bagaimanapun wajahnya atau berapa banyak uangnya, mempunyai kesempatan untuk berhasil.”
Obama memulai pidatonya memperingati 10 tahun bencana Badai Katrina dengan menjelaskan tentang pemulihan ekonomi Amerika yang cepat, tetap dan kuat.
Obama mengatakan meskipun ada kerawanan dalam beberapa pekan di seluruh dunia dengan perubahan besar naik turunnya bursa saham, “Amerika Serikat, walaupun banyak tantangan yang masih kita hadapi, kita terus mempunyai kartu terbaik – kita hanya perlu memainkannya dengan benar.”
10 Tahun Bencana Badai Katrina
1/10Foto-foto yang diambil pada 30 Agustus 2005 (kiri) dan 29 Juli 2015 ini menunjukkan pusat kota New Orleans yang dibanjiri Badai Katrina dan daerah yang sama satu dekade kemudian. (AP/David J. Phillip)
2/10Fotografer Carlos Barria memegang foto yang ia ambil tahun 2005 setelah serangan Badai Katrina, memasangkannya dengan lokasi yang sama 10 tahun kemudian, di New Orleans, Louisiana (16/8). (Reuters/Carlos Barria TPX)
3/10Kepulauan Chandeleur, bagian paling timur negara bagian Louisiana, sebelum dan sesudah Badai Katrina. (USGS)
4/10Gambar New Orleans yang diambil Badan Antariksa Nasional AS (NASA) sebelum (27 Agustus 2005) dan sesudah (30 Agustus 2015) Badai Katrina.
5/10Puing-puing dari SMP Pass Christian sebelum (14 September 2005) dan sesudah dibersihkan (6 Desember 2005). Sekolah yang berada di Pass Christian, Mississippi itu hancur akibat Badai Katrina. (Mark Wolfe/FEMA)
6/10Fotografer Carlos Barria memegang foto yang ia ambil tahun 2005 setelah serangan Badai Katrina, memasangkannya dengan lokasi yang sama 10 tahun kemudian, di New Orleans, Louisiana (18/8). Foto yang dipegangnya menunjukkan peti-peti jenazah dikeluarkan dari makam (10 September 2005) setelah Badai Katrina menghantam. (Reuters/Carlos Barria TPX)
7/10Foto atas, diambil tahun 1998, adalah Motel Deep South di sebelah kiri dan gedung apartemen di sebelah kanan. Foto bawah diambil di lokasi yang sama pada 31 Agustus 2005, dua hari setelah Badai Katrina menghantam daratan.
8/10Jembatan rel kereta api yang melintasi Pantai St. Louis, Mississippi, sebelum (8 Desember 2005) dan sesudah diperbaiki (9 Agustus 2006) setelah hancur akibat Badai Katrina. (Mark Wolfe/FEMA)
9/10Kota New Orleans, sebelum dan sesudah Badai Katrina. (Grace Adams, Wikimedia)
10/10Pantai Harrison County yang diseraki puing-puing sebanyak 25.230 meter kubik di Biloxi, Mississippi, 3 September 2005 (kiri) dan setelah dibersihkan 8 Agustus 2006 (kanan). (FEMA/Mark Wolfe)