Tautan-tautan Akses

Nasib Piala Thomas dan Uber Dipertanyakan 


Tim Bulu Tangkis China memegang piala Thomas setelah memenangkan pertandingan final melawan tim Indonesia pada final kejuaraan bulu tangkis di Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2010. (Foto: dok).
Tim Bulu Tangkis China memegang piala Thomas setelah memenangkan pertandingan final melawan tim Indonesia pada final kejuaraan bulu tangkis di Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2010. (Foto: dok).

Nasib Piala Thomas dan Uber dipertanyakan Senin (14/9) setelah beberapa negara mundur karena virus corona dan seorang pemain top menyatakan keprihatinan soal keamanan.

Kejuaraan dunia putera dan puteri itu sebelumnya sudah ditunda dua kali. Kompetisi itu rencananya akan diadakan di Denmark bulan depan, dan akan menjadi turnamen internasional pertama sejak pandemi menghentikan bulu tangkis pada Maret.

Piala Uber di Jakarta, 15 Mei 2008. (Foto: dok).
Piala Uber di Jakarta, 15 Mei 2008. (Foto: dok).

Tapi Indonesia, juara Piala Thomas 13 kali, dan Korea Selatan mundur pada akhir pekan. Langkah mereka menyusul Thailand, Australia dan Taiwan yang memutuskan untuk absen dari perhelatan itu.

China dan Jepang termasuk tim yang belum mengumumkan akan mundur. Tapi dengan absennya beberapa pemain top Asia, timbul tanda tanya mengenai kelanjutan acara itu.

"Apabila semakin banyak yang mundur, saya pikir (Federasi Bulu Tangkis Dunia) punya dua pilihan -- pertama untuk membatalkan, opsi kedua adalah menunda finalnya," kata sekjen Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Kenny Goh kepada AFP.

Pemain top India Saina Nehwal, yang sedianya akan bertanding, juga mempertanyakan keamanannya. "Apakah cukup aman untuk mengadakan turnamen pada masa seperti sekarang ini??," cuitnya.

Pembatalan acara 3-11 Oktober itu akan menjadi pukulan besar bagi olah raga bulu tangkis, karena Piala Thomas dan Uber merupakan perhelatan terbesar yang tersisa tahun ini setelah Olimpiade ditunda. [vm/lt]

XS
SM
MD
LG