Tautan-tautan Akses

Mesir Pindahkan Tempat Pengadilan Morsi


Para pendukung mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi saat melakukan unjuk rasa di distrik Nasr City, Kairo (1/11).
Para pendukung mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi saat melakukan unjuk rasa di distrik Nasr City, Kairo (1/11).

Pemindahan tempat pengadilan ini dilakukan tampaknya untuk mencegah demonstrasi-demonstrasi besar yang direncanakan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin.

Pejabat Mesir hari Minggu (3/11) memindahkan tempat pengadilan mantan Presiden terguling Mohammed Morsi, agaknya untuk mencegah demonstrasi-demonstrasi besar yang direncanakan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin, ketika sidang itu dibuka hari Senin (4/11).

Tuduhan yang dikenakan atas Morsi dan 14 orang tersangka lainnya terkait dengan bentrokan-bentrokan yang terjadi bulan Desember tahun lalu, dan Morsi ditahan di suatu tempat yang tidak diketahui sejak ia digulingkan oleh militer tanggal 3 Juli .

Pengadilan itu alain merupakan pertama kalinya Morsi muncul di muka umum, dan mungkin akan meningkatkan ketegangan politik di Mesir antara para pendukungnya dan pemerintah Mesir yang dikuasai militer.

Hakim pengadilan yang mengumumkan pergantian tempat sidang itu mengatakan, sidang-sidang tidak akan disiarkan langsung, dan berbagai rincian lain, termasuk di mana Morsi ditahan, tidak akan diumumkan.

Menurut seorang pejabat keamanan, Morsi kemungkinan akan dibawa kembali ke tempat tahanannya semula dan tidak ke penjara biasa setelah sidang pertama, karena dikhawatirkan partai pendukung nya akan menjadikan penjara itu sebagai pusat demonstrasi protes.

Gedung pengadilan pengganti itu terdapat dalam kompleks akademi kepolisian yang dijaga ketat di pinggiran kota Kairo, yang sebelum ini digunakan untuk mengadili bekas presiden Husni Mubarak, yang digulingkan tahun 2011.

Kelompok yang dipimpin Ikhwanul Muslimin mengatakan pengadilan atas Morsi itu adalah “banyolan” dan akan terus menganggap Morsi sebagai presiden Mesir yang terpilih dan sah.

Menlu AS John Kerry (kiri) bertemu pemimpin militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah el-Sissi di Kairo, Minggu (3/11).
Menlu AS John Kerry (kiri) bertemu pemimpin militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah el-Sissi di Kairo, Minggu (3/11).
Sementara itu, Menteri LN John Kerry mengatakan Amerika akan tetap menjadi kawan dan mitra Mesir, kendati terpaksa menangguhkan sebagian bantuan militer kepada Mesir. Ini dikatakan Kerry kepada pejabat pemerintah Mesir yang didukung militer hari Minggu.

Ketika berbicara di Kairo dalam persinggahannya selama enam jam, Kerry mengatakan penangguhan bantuan militer itu adalah hal kecil dan bukan merupakan hukuman bagi Mesir.

Kerry mengatakan dalam wawancara pers bersama menteri LN Mesir Nabil Fahmi, hubungan Amerika-Mesir jangan dirumuskan hanya dengan melihat bantuan Amerika saja.

Pemerintah Amerika mengecam militer Mesir karena menggulingkan presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada bulan Juli dan menggantinya dengan pemerintahan sementara yang dikuasai militer.
XS
SM
MD
LG