Tautan-tautan Akses

Menlu Taiwan Akui Hubungan AS-Taiwan Saat Ini Yang Terbaik


Menlu Taiwan, Joseph Wu. (Foto: dok).

Hubungan Taiwan dengan Amerika saat ini berada pada momen terbaik. Itu kajian Menlu Taiwan Joseph Wu, ketika diwawancarai VOA. Tetapi ada kekhawatiran hubungan itu bisa terkena dampak perang perdagangan Amerika-China.

Puluhan pesawat tempur F-16 tak lama lagi akan dikirim ke Taiwan. Ini merupakan persetujuan penjualan senjata Amerika yang terbesar pada Taiwan dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Sebelumnya, tahun ini, presiden Taiwan disambut di Amerika dalam kunjungan yang mendapat banyak sorotan. Ini merupakan bukti hubungan Taiwan dan Amerika yang semakin erat, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

“Saya sepakat dengan kebanyakan kajian bahwa hubungan Taiwan dengan Amerika sangat baik dan mungkin lebih baik dari pada sebelumnya,” kata Joseph Wu.

Menlu Joseph Wu mengatakan, hal ini sebagian besar karena upaya Presiden Trump. “Presiden Trump sangat mendukung Taiwan dan Wapres Mike Pence juga seorang pendukung kuat Taiwan yang memiliki catatan panjang dalam dukungannya untuk Taiwan. Juga Dewan Keamanan Nasional, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Pertahanan, semua orang ini adalah sahabat-sahabat kami yang baik.”

Amerika menurunkan tingkat hubungannya dengan Taiwan pada tahun 70-an, ketika Amerika memberi pengakuan kepada China.

Tetapi Amerika menjual senjata kepada Taiwan untuk membantu negara pulau itu melindungi diri dari ancaman China, yang menilai Taiwan sebagai sebuah provinsi yang memisahkan diri dan suatu ketika akan disatukan kembali, kalau perlu lewat kekuatan militer.

Anggota parlemen Taiwan dari partai yang berkuasa, Wang Ting-yu, mengatakan, dia mendukung usaha pemerintahnya untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika.

“Kalau Anda tinggal di sebelah seorang gangster dan setiap kali di mendekati dinding serta berteriak, ‘rumah Anda adalah rumah saya, istri Anda istri saya. Cepat atau lambat saya akan pukul kamu.’ Maka saya akan mengusahakan sebuah tongkat baseball untuk melindungi keluarga saya,” jelasnya.

Tetapi ada pihak-pihak yang prihatin bahwa Trump sebenarnya tidak berkomitmen pada Taiwan sebagaimana yang diperlihatkannya. Lev Nachman adalah seorang peneliti Fulbright di Taipei mengatakan, “Ada hal tertentu yang membuat kita tidak bisa tidur, yakni apakah Taiwan akan menjadi alat tawar menawar Trump dalam perundingannya dengan China?.”

Kekhawatiran itu berasal dari komentar Trump seputar protes pro-demokrasi di Hong Kong baru-baru ini, yang seperti Taiwan juga menghadapi pengaruh China yang semakin besar. Trump bulan lalu menyebut protes Hong Kong itu sebagai “huru-hara” dan mengatakan, terserah kepada Beijing bagaimana akan menanggapinya.

Meskipun Trump sudah mengubah nadanya, kadang-kadang dia masih mengaitkan isu ini dengan pertikaian perdagangan dengan China. Trump juga tidak mendukung protes itu secara lebih lantang.

“Kalau Hong Kong dan Taiwan merupakan bagian terkait dengan perang dagang, apa maknanya disini? Apa ini sekedar kartu yang dimainkan bila perlu atau apakah AS benar-benar punya kepentingan pada kesejahteraan lembaga demokratik di Hong Kong dan Taiwan?,” jelasnya.

Pemerintah Taiwan mengatakan kepada VOA, pihaknya tidak melihat bukti bahwa Amerika akan mengorbankan Taiwan. Tetapi peneliti dari National Chengchi University di Taipei, Lu Yeh-chung mengatakan, ini masih merupakan momen yang pelik.

“Satu-satunya hal, dari sudut pandang saya, Taiwan tahu Presiden Trump itu tidak mencerminkan kepastian. Jadi apa yang akan terjadi kita benar-benar tidak tahu. Tetapi yang bisa kami lakukan adalah semakin melembagakan interaksi kami dengan pemerintah AS,” kata Yeh-chung.

Tidak diragukan lagi bahwa dari sisi itu Taiwan akan berhasil. [jm/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG