Tautan-tautan Akses

Menhan AS Yakinkan Jepang dan Korsel Soal Komitmen Washington terhadap Asia


Menteri Pertahanan Amerika, James Mattis (dua dari kiri) dan Menlu Jepang Fumio Kishida (kanan) di kantor Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo, Jepang (3/2).

Menteri Pertahanan Amerika, James Mattis, mengatakan di Tokyo hari Jumat (3/2), bahwa Amerika berdiri teguh dan bahu membahu sepenuhnya dengan Jepang.

Dalam lawatan pertamanya sejak menjadi menteri pertahanan, Mattis mengeluarkan pernyataan itu setelah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Sebelumnya, juga hari Jumat, di Korea Selatan, Mattis mengatakan setiap serangan nuklir Korea Utara terhadap Amerika Serikat atau sekutu-sekutunya akan dihadapi dengan tanggapan yang efektif dan kuat. Lawatannya ke Korea Selatan dan Jepang itu adalah untuk meyakinkan kedua sekutu di Asia itu mengenai aliansi Amerika yang telah bertahan lama dengan mereka.

Presiden Donald Trump dalam kampanyenya mengancam akan menarik pasukan Amerika dari Korea Selatan dan Jepang jika mereka tidak membayar lebih banyak lagi untuk dukungan militer yang mereka terima dari Amerika. Ada 28.500 tentara Amerika di tempatkandiKorea Selatan, dan 47 ribu lainnya di Jepang.

Mattis juga mengunjungi Taman Makam Pahlawan Nasional di Seoul hari Jumat, di mana ia dan sejawatnya, Han Minkoo, mengikuti upacara peletakan karangan bunga untuk menghormati tentara yang gugur dalam Perang Korea.

Hari Kamis, Mattis mengatakan pemerintahan Trump berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan Korea Selatan dalam menghadapi apa yang ia sebut provokasi Korea Utara terhadap Seoul.

Mattis berbicara didampingi Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn, pada awal lawatan pertamanya ke luar negeri sebagai menteri pertahanan.

Hwang mengatakan ia menunggu-nunggu konsultasi lebih jauh mengenai aliansi Amerika-Korea Selatan dan “menanggapi isu nuklir Korea Utara.”

Sebelum mendarat di Korea Selatan, Mattis berbicara kepada wartawan yang menyertai perjalanannya bahwa salah satu topik pembicaraan dalam lawatannya adalah sistem pertahanan misil THAAD, yang hendak ditempatkan oleh Amerika dan Korea Selatan tahun ini, meskipun mendapat tentangan dari China.

Kalau tidak karena perilaku provokatif Korea Utara, THAAD tidak perlu ditempatkan di Korea Selatan, jelas Mattis. Tidak ada negara lain yang perlu dikhawatirkan dalam hal THAAD ini selain Korea Utara jika mereka melakukan sesuatu yang bersifat ofensif. [uh/as]

XS
SM
MD
LG