Pejabat-pejabat tinggi Meksiko, Kamis (27/6), menyampaikan permohonan maaf di depan umum atas pembantaian kejam 2011 di mana para pembunuh kartel narkoba yang dibantu polisi menyita dan membunuh puluhan, atau bahkan ratusan, orang di bagian utara kota Allende, dan membuang mayat mereka.
Menteri Dalam Negeri Olga Sanchez Cordero, yang memimpin upacara itu, mengakui “pelanggaran HAM serius yang dilakukan” – juga “penghilangan dan keterlibatan otorita berwenang menghadapi aksi kejahatan yang dilakukan kejahatan terorganisir,” demikian petikan sebuah pernyataan.
Sanchez Cordero menyebut pembantaian di Allende, di negara bagian Coahuila – sekitar 35 kilometer dari perbatasan Texas – merupakan ‘’salah satu peristiwa paling menyakitkan’’ dalam sejarah negara itu.
Surat kabar Meksiko “Milenio” melaporkan sebuah organisasi yang dibentuk untuk mencari mereka yang hilang di Coahuila dan tempat lain di negara itu mengatakan mereka menghormati anggota-anggota keluarga yang menerima permintaan maaf itu, tetapi organisasi itu menganggap permintaan maaf itu sebagai kepura-puraan.
Serangan 2011 diyakini diperintahkan oleh pemimpin kartel Zetas sebagai pembalasan atas pengkhianatan di dalam organisasinya. Jumlah pasti korban yang hilang tidak pernah diketahui pasti. [em/ft]
+