Tautan-tautan Akses

Mayoritas Warga Amerika Dukung Serangan Pesawat Tak Berawak terhadap Teroris


FILE - An MQ-1B Predator from the 46th Expeditionary Reconnaissance Squadron takes off from Balad Air Base in Iraq.
FILE - An MQ-1B Predator from the 46th Expeditionary Reconnaissance Squadron takes off from Balad Air Base in Iraq.

Mayoritas rakyat Amerika mendukung serangan pesawat tak berawak terhadap teroris, termasuk jika teroris itu adalah warga Amerika. Demikian menurut sebuah jajak pendapat baru.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Associated Press-GFK mendapati “hampir tiga-perempat rakyat Amerika mengatakan dapat menerima penggunaan pesawat tak berawak untuk menyerang warga negara Amerika di luar negeri jika orang itu telah bergabung dengan sebuah organisasi teror.”

Hasil jajak pendapat ini diterbitkan hanya seminggu setelah Gedung Putih mengumumkan pembunuhan dua orang Amerika anggota al-Qaida dalam operasi kontraterorisme.

Presiden Amerika Barack Obama menyatakan penyesalannya bahwa operasi yang menewaskan pemimpin al-Qaida Ahmed Farouq, juga menewaskan dua sandera, Amerika Warren Weinstein dan warga Italia Giovanni Lo Porto.

Jaringan teror itu telah menyandera Weinsten dan Lo Porto di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada VOA mereka terbunuh pada tanggal 14 Januari dalam serangan udara oleh pesawat tak berawak. Adam Gadahn, seorang warga Amerika yang pernah menjabat sebagai juru bicara al-Qaida, dilaporkan tewas dalam operasi terpisah bulan Januari.

Jajak pendapat ini dilakukan pada tanggal 23-27 April, setelah Presiden Obama meminta maaf atas insiden meninggalnya dua sandera tersebut.

Program pesawat tak berawak Amerika dioperasikan oleh badan mata-mata Badan Intelijen AS (CIA), merupakan hal yang tidak dibahas secara publik.

Para pejabat Amerika mengatakan serangan yang menewaskan warga Amerika Farouq dan Gadahn tidak dilancarkan terhadap mereka secara langsung.

XS
SM
MD
LG