Tautan-tautan Akses

Masalah Teknis Tunda Penerbangan NASA ke Matahari


Parker Solar Probe milik NASA di loksi peluncuran pesawat antariksa, Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, 11 Agustus 2018.
Parker Solar Probe milik NASA di loksi peluncuran pesawat antariksa, Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, 11 Agustus 2018.

Masalah teknis mendadak yang terjadi hari Sabtu (11/8) menangguhkan penerbangan NASA, yang belum pernah dilakukan sebelumnya, ke matahari.

Hitungan mundur menjelang peluncuran hari Sabtu sudah ditetapkan dan tinggal 55 detik sebelum roket Delta IV Parker Solar Probe meluncur. Parker Solar Probe adalah pesawat ruang angkasa robot milik NASA, yang direncanakan akan menyelidiki korona luar matahari.

Pembuat roket, United Launch Alliance, mengatakan jika isu tekanan helium bisa diselesaikan dengan cepat maka pihaknya akan mencoba lagi hari Minggu (12/8). Segera setelah alarm tekanan sistem gas helium yang berwarna merah padam, petugas yang mengendalikan peluncuran itu memerintahkan untuk “menaham” peluncuran.

Dalam perjalanannya nanti, Parker Solar Probe akan menjelajah lebih dekat ke bintang kita itu dibanding pesawat luar angkasa lainnya.

Misi bernilai 1,5 juta dolar itu sudah terlambat satu minggu karena masalah dengan roket. Upaya peluncuran hari Sabtu juga mengalami serangkaian masalah, hingga pengendalinya kehabisan waktu.

Ribuan penonton telah berkumpul Sabtu dini hari (11/8) untuk menyaksikan peluncuran itu, termasuk astrofisikawan Universitas Chicago, Eugene Parker, yang namanya menjadi nama pesawat antariksa itu.

Enam puluh tahun lalu Eugene Parker memprediksi keberadaan “solar wind” atau partikel bermuatan yang mengalir secara terus menerus dari matahari menembus ke tata surya. Ia kini berusia 91 tahun dan sangat ingin melihat peluncuran itu. Ia berencana akan berada di lokasi untuk beberapa hari lagi. [em]

XS
SM
MD
LG