Tautan-tautan Akses

Mantan Gubernur Najaf Ditunjuk sebagai PM Irak


Mantan Gubernur Najaf, Adnan al-Zurfi, ditunjuk sebagai Perdana Menteri Irak, 17 Maret 2020. (Foto: dok).

Presiden Irak, Selasa (17/3) menunjuk mantan gubernur Najaf sebagai perdana menteri, setelah perselisihan politik berpekan-pekan. Sementara itu warga Baghdad bergegas menimbun persediaan beberapa jam sebelum larangan keluar rumah berhari-hari siap diberlakukan di tengah-tengah pandemi virus corona.

Adnan al-Zurfi ditunjuk sebagai perdana menteri oleh Presiden Barham Saleh setelah pertemuan yang tegang antara blok-blok politik yang saling berlawanan, yang selama berpekan-pekan berupaya keras mencapai konsensus mengenai kandidat yang akan menggantikan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi yang akan meletakkan jabatannya.

Perkembangan ini terjadi setelah perdana menteri yang ditunjuk sebelumnya, Mohammed Allawi, menarik pencalonannya setelah kelompok-kelompok politik menolak jajaran kabinet yang diusulkannya.

Al-Zurfi (54 tahun), diangkat oleh administrator AS di Irak Paul Bremer sebagai gubernur Najaf pada tahun 2004, dan kemudian menduduki jabatan yang sama selama dua periode antara tahun 2009 dan 2015. Masa jabatannya yang kedua dipersingkat setelah ia dipecat oleh dewan provinsi. Pada pemilu Mei 2018, ia mencalonkan diri di bawah kelompok yang dipimpin mantan PM Haidar al-Abadi.

Berdasarkan konstitusi Irak, al-Zurfi punya waktu 30 hari untuk mengusulkan jajaran menteri dan membentuk pemerintah baru. Presiden Barham Saleh mengharapkan keberhasilan al-Zurfi, “dalam tugas barunya untuk menyelenggarakan pemilihan awal dan adil dan untuk memenuhi aspirasi rakyat Irak,” sebut pernyataan dari kantor presiden.

Pemilihan awal telah menjadi tuntutan kunci demonstran antipemerintah yang berkemah di Lapangan Tahrir di ibukota sejak Oktober lalu. Ribuan orang turun ke jalan-jalan ketika itu untuk mengecam korupsi yang dilakukan pemerintah, layanan yang buruk dan pengangguran. Abdul-Mahdi mengundurkan diri di bawah tekanan para demonstran.

Selanjutnya, upaya-upaya Allawi untuk membentuk pemerintahan dicemari oleh penundaan dan kegagalan legislator pada dua kesempatanuntuk mengesahkan kabinetnya yang terdiri dari kalangan independent, yang mengesampingkan para legislator Sunni dan Kurdi Irak.

Penunjukan al-Zurfi berlangsung hanya beberapa jam sebelum larangan keluar rumah diberlakukan karena pandemi virus corona telah terjadi di Baghdad, sementara Irak berupaya keras menanggulangi penyebaran virus. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG