Tautan-tautan Akses

Mahkaman Agung Thailand Tunda Sidang Putusan Mantan PM Yingluck


Pendukung mantan perdana menteri terguling Thailan Yingluck Shinawatra menunggu kedatangannya di Mahkamah Agung di Bangkok, Thailand, 25 Agustus 2017.
Pendukung mantan perdana menteri terguling Thailan Yingluck Shinawatra menunggu kedatangannya di Mahkamah Agung di Bangkok, Thailand, 25 Agustus 2017.

BANGKOK / KHON KAEN, THAILAND — Mahkamah Agung Thailand hari Jumat (25/8) akan meminta izin untuk mengeluarkan surat perintah untuk menahan mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra setelah ia mangkir dari sidang pembacaan keputusan untuk kasus kelalaian.

Mahkamah Agung menetapkan 27 September sebagai tinggal sidang putusan yang baru. Mahkamah dalam persidangan mengatakan Yingluck yang mengaku tidak bersalah dalam kasus subsidi beras untuk petani, beralasan sedang mengalami masalah pendengaran sehingga tidak bisa datang ke persidangan.

“Kami berpendapat terdakwa tidak sakit. Menurut kami, terdakwa sedang bersembunyi atau telah melarikan diri..kami menunda sidang putusan sampai 27 September,” kata seorang hakim Mahkamah Agung dalam pernyataan. “Terdakwa meminta izin tidak menghadiri persidangan karena sakit.

Juru bicara Yingluck, yang digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2014, menolak memberikan komentar

Ratusan pendukung Yingluck berkumpul di luar gedung Mahkamah Agung Bangkok sejak dini hari, berjam-jam sebelum persidangan dimulai. Kepolisian Metropolitan Bangkok mengatakan sekitar 4.000 polisi dikerahkan di sekitar gedung pengadilan dan pos-pos pemeriksaan juga didirikan.

Yingluck Shinawatra diancam hukuman penjara sampai 10 tahun dan dilarang kembali terjun ke dunia politik seumur hidup jika dinyatakan bersalah.

Vonis bersalah akan menjadi pukulan berat bagi dinasti politik Shinawatra, yang telah bertahan di arena politik selama lebih dari satu dasawarsa meskipun telah mengalami dua kali kudeta, protes-protes yang menelan korban jiwa, dan serangkaian kasus hukum dan penyitaan aset.

Yingluck yang berusia 50, diadili karena kelalaian terkait subsidi beras yang mengucurkan uang kepada para warga pedesaan yang menjadi pendukung politik utama keluarganya, tetapi dirundung korupsi yang mengakibatkan kerugian miliaran dolar.

Dalam pesan Facebook hari Kamis (24/8) Yingluck minta agar para pendukungnya tidak meninggalkan rumah untuk menghindari insiden yang dipicu orang-orang yang berniat jahat terhadap negara dan Shinawatra. [ds/fw/au]

XS
SM
MD
LG