Tautan-tautan Akses

AS

Legislator AS Serukan Lagi Perlindungan Imigran Muda Ilegal


Kubah Gedung Kongres Capitol, kiri, tampak di Washington, D.C., 4 Oktober 2013.

Legislator AS mengatakan Kongres masih harus bertindak untuk melindungi imigran muda yang tidak memiliki dokumen kewarganegaraan dari deportasi, meskipun ada penangguhan oleh Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung, Senin (26/2), menolak untuk mendengarkan permohonan banding Trump atas perintah pengadilan lebih rendah yang mempertahankan perlindungan bagi kelompok imigran muda itu.

Senator Fraksi Republik Susan Collins dari Maine mengatakan masih belum jelas bagaimana hasil pertarungan di pengadilan nanti mengenai keputusan Presiden Donald Trump untuk menghentikan DACA, sebuah program pemerintahan Obama yang memberikan izin bekerja dan izin belajar sementara untuk para imigran yang dibawa ke Amerika semasih anak-anak.

"Tentu keputusan Mahkamah Agung mengurangi tekanan batas waktu batas waktu 5 Maret bagi (DACA)," kata Collins. "Itu tidak menghilangkan masalah yang sudah membayangi para ‘pemimpi’ itu, bahwa mereka pada akhirnya berisiko dideportasi."

Beberapa minggu terakhir ini, hakim federal di California dan New York mengeluarkan perintah untuk membatalkan penghapusan DACA. Trump telah memutuskan bahwa DACA akan segera berakhir pada 5 Maret. Sejauh ini, Kongres belum memberikan solusi permanen untuk menangani status hukum penerima DACA dan orang-orang yang telah memenuhi syarat untuk program itu. [as/al]




XS
SM
MD
LG