Tautan-tautan Akses

Laporan HRW: Korban Pembunuhan Ekstremis di Burkina Faso Meningkat


Anak-anak pengungsi yang melarikan diri dari desa mereka pasca kerusuhan di wilayah mereka, mendorong gerobak air di sebuah sekolah di Ouagadougou, Burkina Faso, 15 Juni 2019. (Foto: dok).

Lebih dari 250 warga sipil telah terbunuh oleh ekstremis Islam di Burkina Faso dalam waktu kurang dari setahun. Demikian seperti dinyatakan oleh Human Rights Watch dalam sebuah laporan terbarunya Senin (6/1/20), sementara serangan-serangan semakin meningkat dan kelompok-kelompok bersenjata mendapatkan lebih banyak wilayah di utara dan timur negara di Afrika Barat itu.

Para penyerang melakukan pembunuhan dengan menghubungkan para korban mereka dengan pemerintah, Barat atau kepercayaan Kristen, kata para saksi mata kepada kelompok hak asasi manusia itu.

“Kelompok-kelompok Islam bersenjata di Burkina Faso telah menyerang warga sipil dengan kekejaman tanpa batas dan sama sekali mengabaikan kehidupan manusia,” kata Corinne Dufka, direktur organisasi itu di Afrika Barat. “Dengan sengaja menarget petani, umat beragamalain, pekerja tambang, pengungsi dan pedagang adalah kejahatan perang,” tambah pernyataan itu.

Setidaknya 20 serangan oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan al-Qaeda, seperti Ansarul Islam, atau kelompok ISIS telah terjadi sejak April 2019, menewaskan sedikitnya 256 orang, kata laporan itu.

Meningkatnya rasa tidak aman membuat lebih dari setengah juta orang mengungsi pada tahun 2019, menurut PBB. Dalam satu serangan besar, para ekstremis menewaskan sedikitnya 35 warga sipil, kebanyakan wanita, dan bentrokan menyusul serangan itu dengan pasukan keamanan menewaskan 80 ekstremis, menurut presiden Burkina Faso pada 24 Desember. Serangan lain beberapa minggu sebelumnya terhadap konvoi yang membawa karyawan sebuah perusahaan tambang Kanada menewaskan setidaknya 37 warga sipil di bagian timur negara itu. [lt/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG