Tautan-tautan Akses

Kenya Keluarkan Peringatan Keamanan Jelang Libur Natal


Tentara Kenya dikerahkan ke Somalia untuk bergabung dengan pasukan UNISOM (14/12).
Tentara Kenya dikerahkan ke Somalia untuk bergabung dengan pasukan UNISOM (14/12).

Berbagai perusahaan dan pejabat di Afrika Timur memperketat keamanan dan mengeluarkan peringatan selama Natal karena khawatir terhadap kemungkinan serangan kelompok al-Shabab di tempat-tempat umum. Pemerintah Kenya mengatakan telah menerima ancaman yang dapat dipercaya untuk membunuh seorang menteri Kenya dan wakil ketua parlemen.

Staf komunikasi perusahaan keamanan Secures di Nairobi, Brian Sagala mengatakan perusahaannya berupaya keras untuk memenuhi permintaan petugas keamanan ekstra, anjing, pendeteksi logam dan peralatan lainnya.

Ia mengatakan, “Kami menjual lebih banyak lagi “pemindai tubuh”-yang akan mengeluarkan bunyi, ketika orang melewatinya. Kebanyakan perusahaan yang mempekerjakan petugas kami meminta agar para petugas itu dilengkapi dengan pendeteksi logam genggam. Dan kami juga mendapat banyak pertanyaan, apa yang harus digunakan pada gedung mereka untuk memindai orang-orang yang masuk kesana.”

Sagala mengatakan permintaan bagi peralatan semacam itu bermula bulan lalu, menyusul dua serangan granat di ibukota Kenya dan serangan kini semakin meningkat.

Pemerintah Kenya mengeluarkan peringatan supaya warga semakin waspada selama musim natal di pusat-pusat perbelanjaan, hotel rumah ibadah dan tempat-tempat umum lainnya.

Kenya, baru-baru ini mengirim pasukan ke Somalia untuk membantu pasukan perdamaian Uni Afrika atau AMISOM, untuk memerangi militan al-Shabab yang melancarkan serangan di Kenya sendiri. Dalam beberapa minggu ini, puluhan pejuang al-Shabab dilaporkan tewas oleh pasukan Kenya di Somalia.

Tanggal 15 Desember , dua surat kabar nasional melaporkan”Laporan Terkini” dari Kantor Kepresidenan, mengklaim anggota-anggota al Shabab mendapatkan instruksi untuk membunuh Menteri Pertahanan Yusuf Haji dan Wakil Ketua Parlemen, Farah Maalim.

Ketika dihubungi VOA, juru bicara pemerintah Kenya, Alfred Mutua mengatakan peringatan yang dikeluarkan pemerintah Kenya tidak secara langsung terkait dengan ancaman pembunuhan dan pertempuran baru-baru ini. “Kami akan tetap mengeluarkan peringatan itu. Sesuatu yang biasa supaya orang waspada selama musim liburan. Ada orang-orang jahat di luar sana yang tidak begitu peduli dengan hidup manusia,: ujar Mutua.

Tetapi juru bicara tentara Uganda, Kolonel Felix Kulayigye yang tentaranya juga bergabung dengan AMISOM di Somalia mengatakan, Kenya punya alasan kuat untuk khawatir.

Kulayigye mengatakan tampaknya tidak mungkin al-Shabab menargetkan menteri Kenya dan wakil ketua parlemen, kelompok itu lebih memilih untuk melakukan serangan besar-besaran ke tempat-tempat umum yang menyebabkan kepanikan dan meningkatkan publisitas. Kulayigye mengatakan ia menerima ancaman dari kelompok al-Shabab tahun lalu, tetapi kelompok militan itu malah mengebom sebuah restoran dan klub tempat pendukung sepakbola menonton bersama Piala Dunia, yang menewaskan 74 orang.

XS
SM
MD
LG