Tautan-tautan Akses

Kelompok HAM Desak Tiongkok Terima Kembali Warga Uighur


Seorang Uighur sedang menjelaskan kepada polisi Tiongkok mengenai alasan mengapa dia berjualan melon di Kashgar, selatan propinsi Xinjiang saat Ramadan, Agustus lalu (foto:dok).
Seorang Uighur sedang menjelaskan kepada polisi Tiongkok mengenai alasan mengapa dia berjualan melon di Kashgar, selatan propinsi Xinjiang saat Ramadan, Agustus lalu (foto:dok).

Etnis Uighur, kelompok etnis berbahasa Turki yang umumnya beragama Islam, dituduh terlibat dalam terorisme Islamis dan dipulangkan paksa ke negara asalnya Agustus lalu oleh pemerintah Tiongkok.

Kelompok HAM Amerika Human Rights Watch (HRW) meminta Tiongkok untuk menerima kembali sedikitnya 17 warga etnis Uighur yang dipaksa kembali dari Malaysia, Thailand dan Pakistan bulan Agustus.

Kelompok itu juga mengatakan Tiongkok harus berhenti menekan negara-negara agar mendeportasi warga etnis Uighur.

Seorang pejabat HRW mengatakan Tiongkok harus menghormati hak-hak individu yang mencari suaka. Direktur urusan pengungsi di HRW Bill Felick mengatakan Tiongkok harus segera memberikan akses bagi organisasi-organisasi internasional ke warga Uighur yang telah pulang.

Etnis Uighur adalah kelompok etnis yang berbahasa Turki dan umumnya menganut Islam yang hidup di Tiongkok barat jauh. Beijing menuduh beberapa warga Uighur terlibat dalam terorisme Islamis.

Para pejabat Tiongkok juga menyalahkan etnis Uighur atas sejumlah aksi kekerasan di kawasan Xinjiang. Etnis Uighur dan Han bentrok dalam kerusuhan etnis tahun 2009, dan menewaskan 197 orang.

XS
SM
MD
LG