Tautan-tautan Akses

Kekerasan Sektarian di Myanmar, 2 Tewas


Polisi Myanmar menjaga ketat jalanan kota Mandalay, Myanmar pasca kerusuhan sektarian (2/7).
Polisi Myanmar menjaga ketat jalanan kota Mandalay, Myanmar pasca kerusuhan sektarian (2/7).

Massa Budha menyerang sebuah toko teh di kota Mandalay, Selasa (1/7) setelah ada rumor yang menyatakan bahwa pemilik toko itu, seorang Muslim, memperkosa seorang wanita penganut Budha.

Para pejabat di Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, mengatakan dua orang tewas dalam kekerasan antara penganut Budha dan umat Muslim di kota Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu.

Peristiwa itu terjadi dalam malam kedua kekerasan yang pecah hari Selasa (1/7) ketika massa Budha menyerang sebuah toko teh setelah ada rumor yang menyatakan bahwa pemilik toko itu, seorang Muslim, memperkosa seorang wanita penganut Budha.

Pada malam pertama kekerasan, polisi mengatakan mereka menggunakan peluru karet untuk membubarkan ratusan perusuh bersenjatakan batu dan pisau, melukai lima orang. Ketertiban akhirnya pulih hari Rabu, tetapi kerusuhan pecah lagi pada malam hari, menyebabkan seorang penganut Budha dan seorang Muslim tewas.

Myanmar telah mengalami gelombang kekerasan secara periodik anti-Muslim sejak bulan Juni 2012, ketika kerusuhan pecah setelah terjadinya sengketa sektarian antara mayoritas umat Budha dan Muslim minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine.

Sejak itu kekerasan telah menyebar di tempat lain, menewaskan sedikitnya 200 orang, sebagian besar umat Islam. Puluhan ribu orang juga telah kehilangan tempat tinggal.

Kekerasan sektarian besar-besaran belum mencapai Mandalay, pusat bersejarah agama Buddha, di mana kedua komunitas agama tersebut pada umumnya telah hidup dalam damai satu sama lain.

Myanmar, negara berpenduduk 60 juta orang, sudah mulai pulih dari 50 tahun pemerintahan militer yang langsung dan keras, yang secara resmi berakhir pada tahun 2011.

XS
SM
MD
LG