Tautan-tautan Akses

Kapal Pengangkut Migran “Open Arms” akan Berlabuh di Lampedusa


Para migran di kapal Open Arms merayakan berita bahwa mereka akhirnya diperbolehkan berlabuh di Pulau Lampedusa, selatan Italia, 20 Agustus 2019.
Para migran di kapal Open Arms merayakan berita bahwa mereka akhirnya diperbolehkan berlabuh di Pulau Lampedusa, selatan Italia, 20 Agustus 2019.

Lebih dari 80 migran diatas kapal Spanyol Open Arms berteriak gembira ketika mendengar kabar bahwa kapal itu disita oleh Italia, yang berarti mereka akan bisa turun ke darat di Pulau Lampedusa.

Kapal itu telah terkatung-katung di laut selama 19 hari, hanya beberapa ratus meter dari Lampedusa, tapi tidak diizinkan berlabuh di pulau itu oleh Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini. Jaksa Italia akhirnya memerintahkan pemerintah untuk mengambil-alih kapal itu dan membawanya ke pelabuhan.

“Akhirnya, mimpi buruk ini akan berakhir, dan ke-83 migran di kapal itu akan segera mendapat bantuan di darat,” kata pejabat Open Arms.

Pemerintah Spanyol dilaporkan sedang mengirim sebuah kapal angkatan laut ke Lampedusa untuk membantu migran itu dan membawa mereka serta mengawal kapal Open Arms ke Pulau Mallorca milik Spanyol. Menteri Transportasi Italia Danilo Toninelli menyambut bantuan Spanyol itu dan berharap Spanyol bisa mencegah krisis lain seperti yang dialami kapal Open Arms. Perancis, Jerman, Luxemburg, Portugal dan Romania telah menyatakan bersedia menampung para migran dari kapal itu.

Tapi ada sebuah kapal lain milik badan amal Perancis Dokter Tanpa Tapal Batas yang mengangkut 356 migran, kebanyakan dari Sudan, kini sedang terkatung-katung di Laut Tengah sambil mencari tempat dimana bisa mendaratkan penumpangnya. [ii/pp]

XS
SM
MD
LG