Tautan-tautan Akses

Kanselir Merkel: Inggris Jangan Berkhayal bahwa Brexit akan Mudah


Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan sambutan terkait Uni Eropa di hadapan parlemen Jerman Bundestag, Berlin, 27 April 2017. (AP Photo/Markus Schreiber)

Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (26/4) berusaha memudarkan harapan Inggris bahwa keluarnya negara itu dari Uni Eropa, biasa disebut Brexit, hanya akan berdampak terbatas bagi hubungan kedua pihak, hak-hak dan keistimewaan yang dimiliki Inggris.

Berbicara kepada para legislator Jerman menjelang sebuah KTT akhir pekan ini di Brussel untuk membahas Brexit, Merkel mendapat sambutan tepuk tangan sewaktu mengatakan bahwa ia merasa sebagian orang di Inggris masih berkhayal, dan Brexit membuang-buang waktu.

Meskipun Eropa masih menganggap Inggris sebagai mitra dekat, Merkel menyatakan begitu negara itu meninggalkan Uni Eropa, Inggris tak akan lagi menjadi bagian kelompok tersebut dan karenanya tidak dapat dan tidak akan memiliki hak-hak yang sama atau berada dalam posisi yang lebih baik daripada anggota Uni Eropa.

"Seluruh anggota, 27 negara Uni Eropa dan institusi-institusi Eropa sependapat mengenai hal tersebut," lanjut Merkel yang juga disambut tepuk tangan.

Ada waktu dua tahun bagi Inggris untuk menuntaskan urusannya meninggalkan Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara, tetapi sekarang ini negara itu masih disibukkan oleh pemilu akan berlangsung awal Juni.

Merkel menyatakan isu-isu serius seperti perlakuan terhadap warga negara yang tinggal di negara lainnya, tagihan biaya yang masih harus dibayar Inggris dan isu-isu perbatasan di Irlandia perlu ditangani sebelum hubungan pada masa mendatang dapat didiskusikan. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG