Tautan-tautan Akses

Jumlah Miliuner Global Bertambah Karena Perbaikan di Pasar Saham


Patung banteng dekat Wall Street di New York. (Foto: Dok)
Patung banteng dekat Wall Street di New York. (Foto: Dok)

Studi-studi yang dilakukan lembaga riset swasta menunjukkan bahwa jumlah miliuner global mencapai 13,8 juta, hampir mencapai tingkat sebelum krisis.

Kekayaan global tumbuh lebih cepat pada 2012 dibandingkan dalam dua tahun sebelumnya, mendorong jumlah miliuner dan meningkatkan prospek orang kaya, menurut studi-studi baru.

Aset-aset yang dapat diinvestasikan meningkat 7,8 persen tahun lalu, dibandingkan dengan kenaikan 3,6 persen pada 2011 dan 7,3 persen pada 2010, menurut laporan "Kekayaan Global 2013" yang dirilis Kamis (30/5) oleh lembaga konsultan Boston Consulting Group (BCG).

Menurut studi tersebut, jumlah miliuner global mencapai 13,8 juta, atau 0,9 persen dari semua rumah tangga. BCG menghitung miliuner tersebut berdasarkan aset-aset yang dapat diinvestasikan di luar tempat tinggal utama atau bisnis.

Salah satu pendorongnya adalah sedikit kenaikan pada pasar saham, yang juga meningkatkan Indeks Kepercayaan Investor Spectrem Millionaire yang mengukur prospek investor kaya.

Jumlah ini hampir mencapai tingkat yang sama pada 2007, sebelum krisis keuangan, ujar George Walper, presiden Spectrem Group, sebuah firma konsultan di Chicago.

"Meski ada kenaikan di pasar, masih ada kekhawatiran akan pemulihan jangka panjang dan tingkat pengangguran. Sebagian besar pemulihan disokong oleh pemerintah," ujarnya.

Di antara rumah tangga miliuner, seperti yang disebut BCG, Amerika memiliki jumlah terbanyak dengan 5,9 juta, diikuti Jepang dengan 1,5 juta dan China 1,3 juta.

Qatar memiliki kepadatan miliuner tertinggi dengan 143 dari setiap 1000 rumah tangga.
XS
SM
MD
LG