Tautan-tautan Akses

Jumlah Korban Tewas Serangan Terhadap Turis Asing di Afghanistan Naik Jadi 6


Sejumlah perempuan Afghanistan berjalan dekan patung Buddha Bamiyan yang dihancurkan Taliban pada 2001 di Provinsi Bamiyan, Afghanistan, 7 Maret 2024. Penembakan terhadap turis asing terjadi di wilayah tersebut pada Jumat, 17 Mei 2024. (Foto: Wakil kohsar / AFP)
Sejumlah perempuan Afghanistan berjalan dekan patung Buddha Bamiyan yang dihancurkan Taliban pada 2001 di Provinsi Bamiyan, Afghanistan, 7 Maret 2024. Penembakan terhadap turis asing terjadi di wilayah tersebut pada Jumat, 17 Mei 2024. (Foto: Wakil kohsar / AFP)

Pemerintah Taliban mengatakan, Sabtu (18/5), bahwa jumlah korban tewas akibat serangan senjata pada malam hari terhadap wisatawan Barat di Afghanistan tengah telah meningkat menjadi sedikitnya enam orang, termasuk tiga warga Spanyol.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Abdul Mateen Qani mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa penembakan yang terjadi pada Jumat (17/5) malam di Kota Bamiyan oleh penyerang tak dikenal menyebabkan tiga warga Afghanistan tewas.

Qani mengatakan empat orang asing dan tiga warga Afghanistan termasuk di antara mereka yang terluka. Qani mengatakan pasukan keamanan Taliban telah menangkap tujuh tersangka sehubungan dengan serangan itu. Dia menegaskan kembali tekad pemerintahnya untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Pemerintah Spanyol mengonfirmasi kematian tiga warga negaranya, dan mengatakan seorang lagi termasuk di antara wisatawan yang terluka.

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan pada Sabtu bahwa para diplomatnya sedang menuju ke ibu kota Afghanistan, Kabul, untuk membantu warga Spanyol yang terdampak serangan itu.

Pada Jumat (17/5), Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam pernyataan yang diunggah di X mengatakan bahwa dia “terkejut dengan berita pembunuhan turis Spanyol di Afghanistan.”

Warga negara dari Norwegia, Australia dan Lithuania juga termasuk di antara kelompok orang asing yang menjadi sasaran kelompok bersenjata.

EMERGENCY, sebuah organisasi kemanusiaan internasional, mengatakan dalam pernyataan pada Sabtu (18/5) bahwa lima orang yang terluka sedang dirawat di rumah sakit bedah yang dikelolanya di Kabul.

“Semua pasien sekarang dalam keadaan stabil," kata organisasi itu.

Dinyatakan bahwa “kelompok tersebut terdiri dari warga negara dari Spanyol, Lithuania, Norwegia, Australia, dan Afghanistan.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan mematikan itu.

Serangan terhadap turis asing pada Jumat adalah penyerangan yang pertama sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021.

Menurut Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (PBB) atau UNESCO (U.N. Educational, Scientific and Cultural Organization), Bamiyan, salah satu daerah termiskin di Afghanistan yang miskin, adalah tujuan populer bagi wisatawan asing karena di sana terdapat kumpulan biara dan tempat suci Buddha.

Kota yang indah itu juga merupakan tempat di mana Taliban menghancurkan dua patung Buddha besar pada Maret 2001 selama pemerintahan mereka sebelumnya di Afghanistan. Kelompok tersebut mengatakan patung-patung itu merupakan penistaan agama menurut Islam. [ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG