Tautan-tautan Akses

Jepang Akan Segera Akhiri Keadaan Darurat di Tokyo


Seorang pria berjalan ke stasiun kereta di Tokyo pada hari Jumat, 5 Maret 2021. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga hari Jumat mengumumkan bahwa pemerintahnya memperpanjang keadaan darurat di wilayah Tokyo selama dua minggu lagi. (Foto: AP)
Seorang pria berjalan ke stasiun kereta di Tokyo pada hari Jumat, 5 Maret 2021. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga hari Jumat mengumumkan bahwa pemerintahnya memperpanjang keadaan darurat di wilayah Tokyo selama dua minggu lagi. (Foto: AP)

Jepang, Kamis (18/3), diperkirakan akan mengambil keputusan untuk segera mengakhiri keadaan darurat yang telah diberlakukan selama berbulan-bulan di Tokyo terkait wabah virus corona. Keputusan tersebut diambil meskipun ada kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah kasus seiring perayaan musim semi dan penyelenggaraan estafet obor Olimpiade pekan depan.

Para ahli di panel yang ditugaskan oleh pemerintah akan mengakhiri keadaan darurat itu mulai hari Minggu mendatang. Langkah ini menegaskan keinginan pemerintah untuk meminimalkan beban pada bisnis dan menjaga perekonomian tetap berjalan. Namun, beberapa ahli memperingatkan bahwa terlepas dari keberhasilan Tokyo menurunkan tingkat infeksi baru, lonjakan jumlah kasus baru mungkin terjadi.

Tokyo dan tiga prefektur tetangganya telah memberlakukan keadaan darurat sejak 7 Januari. Kebijakan ini terutama mengharuskan restoran dan bar tutup pada pukul 20.00 dan mematuhi protokol kesehatan, serta meminta perusahaan-perusahaan agar mengizinkan para karyawan mereka untuk lebih sering bekerja dari rumah. Tindakan darurat serupa telah dicabut di enam daerah perkotaan akhir bulan lalu.

Jepang telah berhasil mempertahankan kasus virus dan kematian relatif rendah tanpa memberlakukan lockdown ketat. Jumlah kematian terkait COVID-19 sekitar 8.700 orang.

Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, yang bertanggung jawab atas langkah-langkah pemerintah terkait pandemi, mengatakan indikator-indikator seperti kasus baru harian dan tingkat hunian rumah sakit telah turun ke tingkat yang memungkinkan keadaan darurat dicabut di prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba dan Saitama. Ia mengatakan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan membuat pengumuman resmi pada Kamis (18/3) malam.

“Kami akan mencabut keadaan darurat namun tetap dalam kewaspadaan tinggi, '' kata Nishimura kepada wartawan.

Shigeru Omi, seorang dokter di panel ahli virus corona, mengatakan, langkah-langkah kehati-hatian setelah masa darurat berakhir akan sangat penting. “Kita harus mencegah lonjakan penularan baru. Kita harus menghindari tekanan pada sistem medis dan kesehatan masyarakat seperti yang pernah terjadi sebelumnya, '' kata Omi.

Sejak tahun lalu, ekonomi Jepang dihantam oleh penurunan konsumsi, pariwisata, ekspor, dan manufaktur.

Keputusan untuk mencabut peraturan itu muncul hanya beberapa hari sebelum estafet obor Olimpiade nasional dimulai di prefektur Fukushima, di bagian timur laut Jepang, pada 25 Maret.

Kasus baru di ibu kota Jepang naik menjadi 409 pada hari Rabu (17/3), tertinggi dalam sebulan dan naik dari 300 pada satu hari sebelumnya. Hingga Rabu (17/3), Jepang mencatat 451.186 kasus dan sekitar 8.717 kematian secara nasional, kata Kementerian Kesehatan. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG