Tautan-tautan Akses

Iran, Rusia Peringatkan Kesempatan untuk Pembicaraan Nuklir Tak Selamanya Ada


Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian (kiri) pada "Konferensi Bagdad untuk Kerja Sama dan Kemitraan" di Sweimeh, tepi pantai Laut Mati di tengah-barat Yordania, 20 Desember 2022. (Istana Kerajaan Yordania/AFP)
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian (kiri) pada "Konferensi Bagdad untuk Kerja Sama dan Kemitraan" di Sweimeh, tepi pantai Laut Mati di tengah-barat Yordania, 20 Desember 2022. (Istana Kerajaan Yordania/AFP)

Rusia dan Iran masing-masing baru-baru ini memperingatkan tentang betapa berbahayanya tidak menghidupkan kembali pembicaraan nuklir dengan Iran.

Tetapi secara terpisah kedua negara mengatakan negara-negara Barat nampaknya tidak bersemangat untuk memulai kembali perundingan, menyusul protes terkait HAM di Iran baru-baru ini dan perang Rusia di Ukraina.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina telah lama meminta agar Iran menjelaskan keberadaan uranium buatan, yang ditemukan di tiga fasilitas, yang tidak dilaporkannya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov hari Kamis (29/12) mengatakan Moskow mendukung AS dan sekutu-sekutunya dalam mencapai kesepakatan dengan Iran. Ia memberitahu media pemerintah Rusia bahwa kegagalan mencapai suatu kesepakatan nuklir dengan Iran akan menyebabkan eskalasi ketegangan, perlombaan senjata dan konflik terbuka dengan konsekuensi yang permanen.

Meskipun Rusia turut berperan dalam upaya menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), hubungan Moskow dengan Teheran juga tegang sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdullahian, yang baru-baru ini kembali dari lawatan ke Oman, mengatakan, jendela bagi tercapainya kesepakatan dengan Iran tidak akan selalu terbuka.

Oman telah berperan sebagai mediator antara Iran dan AS, tetapi tidak diketahui apakah sultan baru Oman telah menyampaikan pesan mengenai JCPOA kepada Iran.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan, “Menurut pendapat kami, sekarang ini tidak ada indikasi atau alasan bagi dimulainya kembali perundingan nuklir dengan Iran.” Kantor Christopher Berger menekankan bahwa Jerman malah berfokus pada orang-orang yang turun ke jalan-jalan di Iran yang mengatakan mereka ingin hidup dengan bebas dan bermartabat. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG