Tautan-tautan Akses

Inggris Tetap Upayakan Respon Keras atas Suriah


PM Inggris David Cameron dalam sidang parlemen ketika mengemukakan dukungannya untuk melakukan serangan militer ke Suriah, namun hal ini ditolak parlemen Inggris (29/8).
PM Inggris David Cameron dalam sidang parlemen ketika mengemukakan dukungannya untuk melakukan serangan militer ke Suriah, namun hal ini ditolak parlemen Inggris (29/8).

Pemimpin Inggris masih akan mengupayakan "respon yang kuat" di Suriah, meskipun parlemen menolak segala bentuk aksi militer terhadap pemerintah Suriah. David Cameron hari Jumat mengatakan ia "menyesalkan" hasil pemungutan suara itu.

David Cameron berbicara hari Jumat setelah parlemen Inggris memutuskan menolak aksi militer ke Suriah Kamis malam .

"Saya pikir parlemen mengambil pandangan yang sangat jelas yang tidak menghendaki keterlibatan Inggris dalam aksi militer, sehingga kami akan mematuhinya atas dasar itu,” kata Cameron.

Sebelumnya, Cameron meminta persetujuan untuk melancarkan serangan militer untuk "menangkal dan mencegah" pihak berwenang Suriah menggunakan gas beracun. Langkah itu dikalahkan oleh suara 285 banding 272.

Cameron hari Jumat mengatakan penting bagi Inggris untuk tetap mengambil "respon yang kuat" terhadap penggunaan senjata kimia – dan dengan menggunakan saluran seperti PBB dan NATO, Inggris akan “mengutuk apa yang terjadi di Suriah."

Awal pekan ini, Inggris merancang resolusi Dewan Keamanan yang akan mengizinkan penggunaan "segala kekuatan" untuk menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah.

Tapi lima anggota tetap Dewan Kemanan - Rusia, China, Amerika, Prancis dan Inggris - menemui kebuntuan dalam pertemuan minggu ini.

Pemimpin oposisi Inggris, Ed Miliband, mengatakan respon Inggris terhadap krisis Suriah harus tenang dan terukur.

"Saya pikir masalahnya adalah David Cameron terlibat dalam kepemimpinan angkuh dan sembrono, dan kepemimpinan semacam itu bisa menyebabkan Inggris terlibat dalam perang tanpa melalui PBB, dan tanpa menunjukkan bukti yang benar ke hadapan parlemen Inggris,” kata Miliband.

Amerika dan sejumlah sekutunya mengatakan pemerintah Suriah melancarkan serangan senjata kimia dekat Damaskus pekan lalu yang kabarnya menewaskan ratusan orang. Pemerintah Suriah membantah tuduhan itu.

Hari Jumat, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan tetap mendukung diambilnya tindakan "tegas" di Suriah meskipun Inggris memilih untuk tidak melakukannya. Hollande tidak memerlukan persetujuan parlemen untuk melancarkan serangan militer, selama serangan itu berlangsung kurang dari empat bulan.

Jerman mengatakan tidak akan ambil bagian dalam aksi militer. Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle mengatakan kepada wartawan bahwa partisipasi dalam serangan "tidak dipertimbangkan."

Recommended

XS
SM
MD
LG