Tautan-tautan Akses

Indahnya Berlebaran Bagi Diaspora Setelah Vaksinasi


Jemaah Muslim mengadakan sholat Idulfitri di wilayah Brooklyn di New York City, New York, AS, 13 Mei 2021. (Foto: REUTERS/Stephanie Keith)

Tidak sedikit orang yang mengenang Lebaran tahun lalu sebagai hal yang “kurang membahagiakan" karena pandemi COVID-19 yang bahkan melarang mudik dan berkumpul. Dengan semakin banyak orang telah divaksinasi, timbul harapan Lebaran tahun ini akan jauh lebih indah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang tercantum pada Covid Data Tracker minggu ini mencatat, setidaknya 116 juta penduduk Amerika Serikat (AS) telah divaksinasi secara penuh atau telah mendapatkan suntikan vaksin yang kedua.

Belum lama ini Presiden Joe Biden mengumumkan target bahwa pada hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, sedikitnya 160 juta orang dewasa telah menerima vaksinasi penuh atau setidaknya 70 persen penduduk dewasa di AS yang telah menerima suntikan pertama vaksin COVID-19. Sementara itu, dengan keluarnya izin Badan Urusan Pangan dan Obat-obatan Amerika (FDA) bagi vaksin yang dikembangkan Pfizer-BioNTech untuk digunakan remaja usia paling muda 12 tahun, semakin besar pula kelompok warga yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

Sejalan dengan ini, dapat dipastikan pula semakin banyak diaspora Indonesia di AS yang telah menerima ataupun akan divaksinasi. Itu tentunya merupakan kabar gembira bagi mereka yang telah lama rindu berkumpul atau menemui teman dan sanak saudara dalam suasana silaturahmi. Dengan Lebaran tahun ini memasuki tahun kedua di tengah pandemi yang berkepanjangan, tak dapat disangkal bahwa dengan semakin banyak vaksin yang telah diberikan kepada masyarakat, semakin besar pula harapan warga untuk kemungkinan berkumpul dan merayakan Idulfitri bersama.

Geliga Purnama dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)
Geliga Purnama dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)

Geliga Purnama adalah diaspora Indonesia yang tinggal di kota Woodbridge, Virginia. Tahun ini merupakan yang ke-26 kali ia sekeluarga berlebaran di Amerika. Setelah ia sekeluarga divaksinasi, ia berharap bisa bersilaturahmi dengan saudara dan teman-teman walau tetap menjalankan protokol kesehatan. Kepada VOA, Geliga menceritakan betapa bedanya suasana lebaran yang ia rasakan pada awal pandemi tahun lalu.

“Lebaran tahun kemarin itu kita semua di rumah, nggak kemana-mana. Semua dalam keadaan ketakutan, stress. Jadi semua gak ada yang berani keluar rumah karena pandemi," katanya.

"Nah, untuk Lebaran tahun ini, dibandingkan dengan tahun kemarin, Alhamdulillah ya beda banget, karena sekarang ini kita merasa lebih lega, senang, bahagia, karena kami semua sudah divaksin(asi), jadi sudah agak bebaslah dibandingkan pada Lebaran tahun kemarin," tambah Geliga.

Indahnya Berlebaran Bagi Diaspora Setelah Vaksinasi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:05:58 0:00

Harapan serupa diutarakan Bram Djermani, warga Indonesia yang sudah 30 tahun berada di Amerika dan kini tinggal di kota Millcreek, Washington State. Pada awal pandemi tahun lalu Bram dan keluarga mengisi Ramadan hingga Lebaran di rumah. Berbagai kegiatan masjid ia ikuti secara online. Tahun ini, yang paling ia nantikan adalah kesempatan salat Id bersama.

Bram Djermani dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)
Bram Djermani dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)

“Tahun ini dengan adanya vaksinasi, kemungkinan besar akan diadakan salat Id bareng di lapangan terbuka. Tahun lalu karena enggak tahu kapan vaksinnya datang, otomatis kita di rumah, tahun ini Lebaran bisa diadakan. Bisa bertemu kembali setelah setahun tidak bertemu dengan teman-teman.”

Sementara itu bagi Sari Alamsjah bersama suami dan kedua anak mereka yang baru satu setengah tahun tinggal di AS, Lebaran tahun lalu merupakan pengalaman yang cukup menyedihkan. Warga Indonesia yang kini tinggal di Germantown, Maryland tersebut baru saja pindah ke AS untuk memulai hidup baru setelah mendapatkan greencard melalui Diversity Visa lottery.

Sari Alamsjah dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)
Sari Alamsjah dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)

Lebaran pada awal pandemi merupakan Lebaran pertama Sari jauh dari keluarga besar di Jakarta, alhasil ia sekeluarga tidak bisa bersilaturahmi, terpaksa mengikuti segala kegiatan keluarga besar secara daring, dan yang paling penting, tidak bisa melakukan salat Id di masjid. Tahun ini, setelah menjalani vaksinasi, muncul harapan.

“Tahun ini kita rencana salat Id di masjid terdekat, dan silaturahim dengan keluarga dan kerabat yang ada di Amerika,” katanya.

Tak dapat disangkal bahwa menyusun rencana untuk berlebaran merupakan hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Setidaknya itulah yang dirasakan Fahmi Adenan, diaspora Indonesia yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Amerika dan kini berdomisili di kota Seattle, Washington State. Pria yang kini bekerja pada ‘design firm’ maskapai penerbangan ini dengan antusias bercerita kepada VOA rencananya berbagi menu apa saja yang akan dimasak pada hari kemenangan.

Fahmi Adenan dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)
Fahmi Adenan dan keluarga. (Foto: Dok Pribadi)

“Rencana kita Lebaran ini, kita akan salat bersama keluarga di pagi hari, kita mengundang dua teman dekat, tentunya mereka sehat kondisinya, lalu kita makan bersama-sama dengan menu sederhana, rencana kita akan membuat lontong, sambal goreng hati, sayur dan menggoreng kerupuk.”

Bagi Fahmi, Sari, bahkan Bram dan Geliga, Lebaran tahun ini merupakan saat yang penting. Setelah menerima vaksin, segala hal yang hanya dapat mereka harapkan pada Lebaran tahun lalu, kini menjadi kenyataan. Namun mereka akan terus mempertahankan langkah-langkah pencegahan dan protokol kesehatan. [aa/ka]

XS
SM
MD
LG