Tautan-tautan Akses

IAEA: Iran Patuhi Kesepakatan Nuklir


Kepala IAEA, Yukiya Amano berbicara kepada media di kantor IAEA di Wina, Austria (foto: ilustrasi).
Kepala IAEA, Yukiya Amano berbicara kepada media di kantor IAEA di Wina, Austria (foto: ilustrasi).

Iran mematuhi batas-batas kegiatan nuklirnya sesuai kesepakatan yang ditandatangani dengan beberapa negara besar pada 2015. Pernyataan itu muncul dalam laporan badan pengawas nuklir PBB atau IAEA yang dirilis Kamis (31/8).

Laporan itu menyebutkan, Iran saat ini hanya memiliki stok 88,44 kg uranium berkadar rendah, sangat jauh dari batasan 202,8 kg yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir. Laporan itu juga menyatakan, tingkat pengayaan uranium negara itu tidak melebihi batas 3,67 persen.

Laporan tersebut – yang ketiga sejak Presiden Donald Trump dilantik Januari lalu – sebetulnya rahasia, namun bocor ke sejumlah media berita.

Iran juga mematuhi jumlah air berat yang bisa disimpan. Menurut laporan itu, negara tersebut diperbolehkan memiliki hingga 130 ton air pendingin reaktor, namun sekarang hanya memiliki 111 ton.

Pada masa lalu, Iran sedikit melebihi batas pemilikan air berat.

Menurut laporan itu, Iran tidak mengusahakan pembangunan reaktor Arak, yang memungkinkannya memproduksi plutonium hingga ke tingkat kualitas yang dapat digunakan untuk membuat senjata. Iran juga tidak memperkaya uraniumnya ke tingkat yang melebihi batas yang diperbolehkan untuk tujuan damai.

Bulan Oktober mendatang, Trump dijadwalkan akan mengeluarkan pernyataan di Kongres apakah Iran mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam kesepakatan itu. Trump telah berulangkali mengecam kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai "bencana", serta bersumpah akan membatalkannya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG