Tautan-tautan Akses

Hong Kong Peringati Satu Bulan Aksi Protes Mahasiswa

Joshua Wong (tengah, kiri) dan Alex Chow bergabung bersama para pemimpin gerakan payung "Umbrella Movement" dalam mengembangkan payung mereka dalam demonstrasi yang memperingati satu bulan sejak dimulainya protes-protes di Hong Kong. (VOA/Ivan Broadhead).
1/7 Joshua Wong (tengah, kiri) dan Alex Chow bergabung bersama para pemimpin gerakan payung "Umbrella Movement" dalam mengembangkan payung mereka dalam demonstrasi yang memperingati satu bulan sejak dimulainya protes-protes di Hong Kong. (VOA/Ivan Broadhead).
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Para demonstran membuka payung mereka, simbol dari gerakan pro-demokrasi, dalam peringatan satu bulan sejak mereka turun ke jalan, di distrik keuangan Hong Kong (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
2/7 Para demonstran membuka payung mereka, simbol dari gerakan pro-demokrasi, dalam peringatan satu bulan sejak mereka turun ke jalan, di distrik keuangan Hong Kong (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Seorang perempuan berpose bersama foto Presiden China Xi Jinping dan payung kuning, simbol dari gerakan pemberontakan sipil Occupy Central, di depan barikade yang dibentuk oleh para demonstran di distrik perbelanjaan Mongkok, Hong Kong (28/10). (Reuters/Bobby Yip)
3/7 Seorang perempuan berpose bersama foto Presiden China Xi Jinping dan payung kuning, simbol dari gerakan pemberontakan sipil Occupy Central, di depan barikade yang dibentuk oleh para demonstran di distrik perbelanjaan Mongkok, Hong Kong (28/10). (Reuters/Bobby Yip)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Para demonstran pro-demokrasi memegang spanduk dan menyalakan lampu dari ponsel mereka dalam peringatan satu bulan protes, di distrik keuangan Hong Kong (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
4/7 Para demonstran pro-demokrasi memegang spanduk dan menyalakan lampu dari ponsel mereka dalam peringatan satu bulan protes, di distrik keuangan Hong Kong (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Polisi mengambil posisi di belakang barikade yang dipasang oleh para demonstran pro-demokrasi di wilayah yang mereka duduki di distrik perbelanjaan Mongkok (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
5/7 Polisi mengambil posisi di belakang barikade yang dipasang oleh para demonstran pro-demokrasi di wilayah yang mereka duduki di distrik perbelanjaan Mongkok (28/10). (Reuters/Damir Sagolj)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Para demonstran pro-demokrasi mengembangkan spanduk kuning bertuliskan "Saya ingin hak pilih universal" dalam demonstrasi di daerah-daerah yang diduduki di luar kantor-kantor pusat pemerintahan di distrik Admiralty, Hong Kong (28/10). (AP/Kin Cheung)
6/7 Para demonstran pro-demokrasi mengembangkan spanduk kuning bertuliskan "Saya ingin hak pilih universal" dalam demonstrasi di daerah-daerah yang diduduki di luar kantor-kantor pusat pemerintahan di distrik Admiralty, Hong Kong (28/10). (AP/Kin Cheung)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Para demonstran pro-demokrasi membuat kursi kecil di daerah yang diduduki di luar kantor-kantor pusat pemerintahan di distrik Admiralty, Hong Kong (27/10). (AP/Vincent Yu)
7/7 Para demonstran pro-demokrasi membuat kursi kecil di daerah yang diduduki di luar kantor-kantor pusat pemerintahan di distrik Admiralty, Hong Kong (27/10). (AP/Vincent Yu)
Pada Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik, satu detik untuk setiap tabung gas air mata yang ditembakkan oleh polisi ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.
Previous slide
Next slide

Hari Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik yang merupakan jumlah penembakan gas air mata oleh pemerintah ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.

Para pengunjuk rasa di Hong Kong memperingati satu bulan demonstrasi pro-demokrasi yang dipimpin oleh mahasiswa.

Peringatan satu bulan sejak dimulainya unjuk rasa hari Selasa (28/10) itu berlangsung di tengah-tengah kebuntuan antara demonstran dan pihak berwenang di wilayah China yang semiotonom tersebut.

Para pengunjuk rasa menginginkan agar Beijing mencabut keputusannya untuk menyaring para kandidat untuk pemilihan 2017 untuk memilih kepala eksekutif wilayah itu.

Pihak berwenang telah menolak tuntutan tersebut, dan justru menyatakan demonstrasi itu tidak sah dan menindak para pengunjuk rasa beberapa kali.

George Wong, salah seorang pengunjuk rasa yang berkemah di distrik Admiralty di kota itu hari Selasa (28/10), mengatakan ia siap untuk “melawan dalam waktu yang lama.”

Hari Selasa (28/10), para pengunjuk rasa mengheningkan cipta selama 87 detik yang merupakan jumlah penembakan gas air mata oleh pemerintah ke kerumunan massa pada hari pertama demonstrasi.

Kelompok utama yang menggelar protes itu, "Occupy Central” telah menyerukan kepada mereka yang menghadiri acara tersebut agar memakai pakaian pelindung seperti kacamata dan membawa payung untuk melindungi diri mereka dari gas air mata.

XS
SM
MD
LG