Tautan-tautan Akses

Hizbullah Undurkan Diri dari Kabinet Koalisi Lebanon


Para pendukung Hizbullah saat mendengarkan pidato pemimpin Hizbullah, Syekh Hassan Nasrallah dalam peringatan hari Ashura di Beirut, 16 Desember 2010.
Para pendukung Hizbullah saat mendengarkan pidato pemimpin Hizbullah, Syekh Hassan Nasrallah dalam peringatan hari Ashura di Beirut, 16 Desember 2010.

11 dari 30 anggota kabinet Lebanon mengundurkan diri sebagai protes penyelidikan PBB atas pembunuhan mantan PM Rafiq Hariri.

Pemerintah koalisi Lebanon runtuh hari Rabu ketika anggota-anggota partai oposisi Hizbullah dan sekutunya mengumumkan pengunduran diri mereka dari kabinet. Sebelas dari ke-30 anggota kabinet mengundurkan diri sebagai protes atas penyelidikan yang didukung PBB pada pembunuhan mantan perdana menteri Rafik Hariri.

Pengunduran diri tersebut terjadi selagi putra Rafik Hariri, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, membahas krisis tersebut dengan Presiden Amerika Barack Obama di Washington.

Menurut sebuah pernyataan Gedung Putih sewaktu pertemuan itu, Presiden Obama menegaskan pentingnya kerja mahkamah dalam membantu mengakhiri “era pembunuhan politik yang kebal hukum di Lebanon."

Pernyataan tersebut juga menyebut upaya koalisi pimpinan Hizbullah untuk meruntuhkan pemerintahan Lebanon sebagai peragaan akan “ketakutan dan kebulatan tekad” untuk mencegah pemerintah melakukan tugas dan memajukan aspirasi rakyat Lebanon.

Setelah pertemuan itu, Saad Hariri terbang ke Paris dimana ia akan membahas runtuhnya pemerintahannya dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy.

Gedung Putih mengatakan Presiden Obama dan Perdana Menteri Hariri telah membahas upaya bersama dengan Perancis, Arab Saudi dan negara-negara lainnya untuk memastikan agar mahkamah itu melanjutkan pekerjaannya “tanpa dirintangi pihak ketiga." Media telah melaporkan bahwa penyelidikan PBB kemungkinan akan menargetkan para anggota Hizbullah.

XS
SM
MD
LG