Tautan-tautan Akses

Harris akan Kunjungi Pulau Filipina di Tengah Sengketa Laut Cina Selatan


Wakil Presiden AS Kamala Harris dan suaminya Doug Emhoff tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Metro Manila, Filipina, pada 20 November 2022. (Foto: Reuters/Eloisa Lopez)
Wakil Presiden AS Kamala Harris dan suaminya Doug Emhoff tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Metro Manila, Filipina, pada 20 November 2022. (Foto: Reuters/Eloisa Lopez)

Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris akan mempertegas komitmen AS untuk membela sekutunya, Filipina, dengan sebuah kunjungan yang dilakukan pada Minggu (20/11). Harris juga akan terbang ke sebuah pulau di Filipina yang menghadap ke Laut Cina Selatan yang disengketakan, di mana Washington telah menuduh China merisak negara-negara lebih kecil yang juga mengklaim wilayah laut itu.

Setelah menghadiri KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Thailand, Harris terbang pada Minggu (20/11) malam untuk menghadiri acara penyambutan di Manila.

Pada Senin (21/11), ia akan bertemu dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. untuk membahas upaya memperkuat aliansi piagam tertua Washington di Asia dan memperkuat hubungan ekonomi, kata seorang pejabat senior pemerintahan AS, dalam sebuah konferensi pers virtual menjelang kunjungan itu.

Harris mengatakan kunjungannya ke Thailand "cukup sukses" sementara ia menegaskan lagi komitmen AS ke kawasan itu pada Minggu siang (20/11) dalam sebuah diskusi meja bundar mengenai perubahan iklim.

Panel yang beranggotakan para aktivis iklim, anggota masyarakat madani dan pemimpin bisnis itu fokus pada energi bersih dan ancaman perubahan iklim terhadap Sungai Mekong. Sungai itu digunakan oleh lebih dari 60 juta orang di Asia Tenggara untuk makanan, air dan transportasi.

Pada Selasa (22/11), ia akan terbang ke provinsi Palawan, yang terletak di Laut Cina Selatan, untuk bertemu para nelayan, penduduk desa, para pejabat dan garda pantai. Setibanya di sana, ia akan menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi pulau yang terlibat dalam sengketa wilayah jangka panjang. Sengketa di Laut China Selatan itu melibatkan sejumlah negara seperti China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

Harris akan menggarisbawahi pentingnya hukum internasional, perdagangan tanpa hambatan dan kebebasan pelayaran di Laut China Selatan, kata pejabat AS itu. [vm/lt]

Forum

XS
SM
MD
LG