Tautan-tautan Akses

Hakim Myanmar Tolak Abaikan Kesaksian Bahwa Wartawan Reuters Dijebak


Polisi menjaga ruang sidang di Kotapraja Insein Yangon, tempat wartawan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo diadili. (Kredit: Aung Naing Soe)
Polisi menjaga ruang sidang di Kotapraja Insein Yangon, tempat wartawan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo diadili. (Kredit: Aung Naing Soe)

Seorang hakim di Myanmar telah menolak permohonan untuk mengabaikan kesaksian yang diberikan seorang saksi yang mengatakan bahwa dua wartawan Reuters, yang saat ini sedang diadili karena memiliki dokumen-dokumen rahasia negara, dijebak oleh polisi.

Kapten Polisi Moe Yan Naing sebelumnya memberikan kesaksian yang bertentangan dengan pernyataan yang diberikan saksi-saksi tim penggugat. Ia mengatakan, bulan lalu, atasannya memerintahkan dua polisi untuk bertemu kedua wartawan Reuters itu, Wa Lone (31) dan Kyaw Soe Oo (27) di sebuah restoran dan menyerahkan sejumlah dokumen yang digambarkan bersifat penting dan rahasia untuk menjebak mereka.

Tim penggungat kemudian berusaha untuk membuat pengadilan menyatakan bahwa kapten polisi itu sebagai saksi yang tidak bisa dipercaya.

Kedua wartawan Reuters itu ditangkap 12 Desember lalu setelah mereka menerima sejumlah dokumen dari dua polisi di sebuah restoran di Yangon. Kedua wartawan itu sedang meliput aksi militer yang brutal di negara bagian Rakhine yang memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan dan mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus lalu.

Kedua wartawan tersebut menghadapi kemungkinan hukuman 14 tahun penjara jika terbukti melanggar UU Rahasia Negara. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG