Tautan-tautan Akses

Gedung Putih: Belum Ada Bukti Tewasnya Warga AS Akibat Serangan Udara Yordania


A mahout rides an elephant at Tad Sae Waterfall outside Luang Prabang, Laos.
A mahout rides an elephant at Tad Sae Waterfall outside Luang Prabang, Laos.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan mereka belum dapat mengkukuhkan klaim militan ISIS bahwa serangan udara Yordania menewaskan seorang pekerja perempuan Amerika yang disandera kelompok itu.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika, Bernadette Meehan mengatakan, Jumat, tidak ada bukti yang mendukung klaim ISIS itu.

Pernyataan tegas bahwa pekerja sosial Amerika, Kayla Mueller asal Prescott, Arizona itu tewas dalam sebuah serangan udara, membuat skeptis setelah pihak berwenang Yordania mengatakan pilot mereka, Muath al-Kaseasbeh telah dibunuh sebulan sebelum ISIS mengeluarkan video yang menunjukkan kematiannya.

Yordania mengatakan, serangan-serangan udara baru-baru ini merupakan awal dari balas dendamnya atas pembunuhan terhadap pilotnya. Para pejabat Yordania menyebut klaim ISIS itu “propaganda kriminal.”

Menteri Luar Negeri Nasser Judeh mengatakan lewat Twitter klaim itu adalah “taktik usang dan menjijikan yang selama puluhan tahun telah digunakan oleh teroris dan penguasa lalim.”

Kayla Mueller pernah bekerja di Suriah dan menjadi relawan dengan sejumlah organisasi bantuan di Tepi Barat dan India. Mueller diculik ketika meninggalkan sebuah rumah sakit di Aleppo tahun 2013.

XS
SM
MD
LG