Tautan-tautan Akses

Filipina Bersumpah Tidak akan Serahkan Sejengkalpun Wilayahnya


Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan pidatonya di Istana Kepresidenan Malacanang di Manila, Filipina, 31 Juli 2023. (Foto: via Reuters)
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan pidatonya di Istana Kepresidenan Malacanang di Manila, Filipina, 31 Juli 2023. (Foto: via Reuters)

Presiden Filipina Ferdinand Marcos menegaskan negaranya tidak akan menyerahkan sejengkalpun wilayahnya sewaktu menanggapi keagresifan Beijing di Laut China Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum di Hawaii pada Minggu (19/11), dan disampaikan beberapa hari setelah Marcos bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela pertemuan puncak Asia-Pasifik di San Francisco di mana keduanya membahas sengketa wilayah maritim negara mereka.

Marcos mengatakan situasi di Laut China Selatan menjadi "lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya", dan memperingatkan bahwa militer China "mulai menunjukkan minat" untuk membangun pangkalan di terumbu-terumbu karang yang "lebih dekat ke garis pantai Filipina."

Sebuah kapal yang diduga milik milisi China menghalangi kapal penjaga pantai Filipina BRP Cabra saat mendekati Second Thomas Shoal di Laut Cina Selatan yang disengketakan pada 10 November 2023. (Foto: AP)
Sebuah kapal yang diduga milik milisi China menghalangi kapal penjaga pantai Filipina BRP Cabra saat mendekati Second Thomas Shoal di Laut Cina Selatan yang disengketakan pada 10 November 2023. (Foto: AP)

“Seperti yang telah saya katakan sebelumnya dan akan saya katakan lagi, Filipina tidak akan menyerahkan sejengkal pun wilayahnya kepada kekuatan asing mana pun,” kata Marcos. “Kami berupaya menjaga kedaulatan dan integritas negara bekerja sama dengan mitra-mitra internasional.”

Ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Manila dan Beijing mengenai laut yang diperebutkan ini telah berkobar dalam beberapa pekan terakhir menyusul beberapa insiden yang melibatkan kapal Filipina dan China, termasuk dua tabrakan.

China mengerahkan kapal-kapal untuk berpatroli di jalur air yang sibuk dan telah membangun pulau-pulau buatan yang telah dimiliterisasi untuk memperkuat klaimnya atas hampir seluruh perairan tersebut. Mereka juga mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menyatakan klaim mereka tidak memiliki dasar hukum.

Dalam pertemuan mereka pekan lalu, Marcos dan Xi sepakat bahwa perselisihan mereka di Laut Cina Selatan tidak boleh menjadi “elemen penentu” hubungan mereka, kata Marcos sebelumnya.

Di Hawaii, Marcos memuji “dukungan nyata” bagi Filipina dari sekutu lamanya, Amerika Serikat, serta Australia, Korea Selatan, dan Jepang, yang telah memperdalam kerja sama pertahanan mereka dengan negara Asia Tenggara tersebut dalam menghadapi perkembangan kekuatan militer China. [ab/ka]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG