Tautan-tautan Akses

Ekonom AS Kritik Langkah Estonia Bergabung ke Zona Euro


Perdana Menteri Estonia Andrus Ansip mengambil uang 20 Euro dari sebuah ATM di Tallinn, 1 Januari 2011.
Perdana Menteri Estonia Andrus Ansip mengambil uang 20 Euro dari sebuah ATM di Tallinn, 1 Januari 2011.

Paul Krugman mengatakan, langkah Estonia untuk mengganti mata uangnya dengan Euro sangat merugikan perekonomian negara itu.

Estonia bergabung dalam zona Euro sebagai anggota terbaru hari Sabtu. Langkah ini memicu komentar beragam, baik yang pro maupun yang kontra. Negara kecil di wilayah Baltik itu menjadi bekas negara blok Soviet pertama yang menerima mata uang Euro setelah tengah malam.

Perdana Menteri negara itu Andrus Ansip adalah orang pertama di negara itu yang menggunakan uang Euro, yang secara resmi menggantikan mata uang Kroon. Ia mengambil uang Euro itu dari ATM di Tallinn, ibukota negara itu.

“Hari ini merupakan saat yang penting bagi Estonia – bergabung dalam zona Euro. Saya senang,” demikian kata PM Ansip.

Para pejabat Estonia mengatakan perubahan ke mata uang Euro menandai berakhirnya perjuangan Estonia. Negara itu mengalami resesi hebat sejak 2009 ketika produktivitas ekonomi turun 14 persen. Pemerintah Estonia berharap dapat mendorong investor dengan meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan devaluasi mata uangnya.

Estonia berpenduduk 1, 3 juta orang dengan perekonomian sebesar 19 miliar dolar. Para analis mengatakan perubahan itu juga menyempurnakan usaha negara itu untuk berintegrasi dengan Barat, jauh dari pengaruh Rusia.

Sementara itu kampanye anti-Euro terus berlangsung di negara itu ketika para penentangnya menyatakan bahwa Estonia “mendapat tiket terakhir menuju keruntuhan ekonomi.”

Ekonom ternama AS, Paul Krugman mengritik keputusan pemerintah Estonia bergabung ke dalam zona Euro.
Ekonom ternama AS, Paul Krugman mengritik keputusan pemerintah Estonia bergabung ke dalam zona Euro.

Ekonom pemenang hadiah Nobel Paul Krugman menyatakan, dalam sebuah blog, bahwa langkah Estonia untuk mengganti mata uangnya dengan Euro sangat merugikan perekonomian negara itu.

Meskipun ada pihak-pihak yang pesimistik, Presiden Estonia Toomas Hendrik tetap optimistik. Presiden Hendrik mengatakan, “Menurut saya Eropa pasti merasa nyaman dengan keputusan itu karena hal itu memperlihatkan bahwa meskipun ada kesulitan, Estonia bisa punya defisit anggara kurang dari tiga persen.”

Polandia, Hongaria, dan negara-negara Eropa Timur lainnya menolak menerima Euro. Mereka mengatakan akan bergabung setelah melihat bagaimana masalah hutang Yunani, Spanyol, Portugal, dan Irlandia teratasi.

Estonia merupakan negara anggota termiskin yang menerima Euro, tetapi tingkat hutang dan defisitnya adalah yang terendah di dalam kelompok itu.

XS
SM
MD
LG