Tautan-tautan Akses

AS

Duta Besar AS untuk Rusia Serang Syarat bagi Kantor Berita yang Dibiayai Amerika


Duta Besar AS untuk Rusia Jon Huntsman Jr., di Salt Lake City, Utah, pada bulan Oktober 2017 sebelum berangkat ke Moskow.

Duta Besar Amerika untuk Rusia Jon Huntsman hari Minggu (19/11) menyerang langkah Rusia memaksa sembilan sembilan kantor berita yang dibiayai Amerika untuk mendaftar sebagai “agen asing”, “balasan untuk menyamai” apa yang dilakukan pemerintah Amerika terhadap jaringan televisi RT yang dibiayai pemerintah Rusia untuk mendaftarkan diri dalam konteks serupa di Amerika.

Huntsman mengatakan reaksi Rusia sama sekali tidak “timbal balik” dan langkah Rusia untuk menerapkan aturan bagi kantor-kantor berita itu, jika diwujudkan, akan “menyulitkan mereka beroperasi” di Rusia.

Huntsman menambahkan Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (FARA) yang berumur 80 tahun dan mensyaratkan RT untuk mendaftarkan diri, ditujukan untuk mendorong transparansi, tetapi tidak membatasi operasi jaringan televisi itu di Amerika.

Foto yang diambil pada 27 Oktober 2017 ini menunjukkan mobil stasiun televisi milik pemerintah Rusia RT melewati gedung perusahaan tersebut di Moskow.
Foto yang diambil pada 27 Oktober 2017 ini menunjukkan mobil stasiun televisi milik pemerintah Rusia RT melewati gedung perusahaan tersebut di Moskow.

Majelis rendah parlemen Rusia menyetujui amandemen itu hari Rabu (15/11) untuk memperluas undang-undang tahun 2012 yang menarget LSM, termasuk media asing. Dengan menyatakan diri sebagai agen asing, akan mengharuskan media asing mengungkap secara berkala tujuan keberadaan mereka, rincian lengkap keuangan, sumber pendanaan dan staf.

Kantor-kantor media mungkin diharuskan untuk menyatakan secara terbuka platform sosial dan situs internet yang bisa dibuka di Rusia bahwa mereka merupakan “agen asing”. Amandemen itu juga mengijinkan pemblokiran di luar aturan hukum terhadap situs-situs yang tidak dikehendaki Kremlin.

Kementerian Kehakiman Rusia hari Kamis (16/1) telah memberitahu Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) dan tujuh kantor regional terpisah yang aktif di Rusia bahwa mereka bisa terkena dampak aturan ini.

“Ini sama sekali tidak mirip dengan apa yang kita lakukan di bawah FARA, ini di luar hal itu,” ujar Huntsman. “Dan kami hanya memikirkan prinsip-prinsip media yang bebas, dalam masyarakat yang bebas dan berdemokrasi, yang sangat penting bagi kekuatan, kesehatan dan kesejahteraan kita. Kebebasan berbicara adalah bagian dari hal itu. Jadi itulah sebabnya mengapa saya peduli dengan masalah ini. Itulah sebabnya kai di kedutaan peduli dengan masalah ini. Dan mengapa kita akan mengikuti apa yang terjadi di Duma dan undang-undang yang sedang dirancang dengan sangat hati-hati, karena kami prihatin dengan hal ini,” tambahnya.

Kementerian Kehakiman mengatakan persyaratan baru di Rusia itu tampaknya “dalam waktu dekat” akan menjadi undang-undang.

Direktur VOA Amanda Bennett pekan lalu mengatakan jika Rusia memberlakukan pembatasan baru, “untuk saat ini kami belum bisa mengatakan apa dampaknya pada operasi pengumpulan informasi di dalam Rusia. Yang bisa kami sampaikan adalah berdasarkan undang-undang, Voice of America adalah organisasi pemberitaan yang berdasarkan fakta, independen dan tidak bias; dan kami berkomitmen pada prinsip-prinsip tersebut.”

Presiden RFE/RL Tom Kent mengatakan hingga aturan itu menjadi undang-undang, “kami tidak tahu bagaimana Kementerian Kehakiman akan menggunakan undang-undang itu dalam konteks pekerjaan kami.”
Kent menambahkan tidak seperti Sputnik dan media Rusia lain yang beroperasi di Amerika, media-media Amerika yang beroperasi di Rusia tidak memiliki akses ke frekuensi televisi kabel dan radio. “Media Rusia di Amerika kini mendistribusikan program mereka di televisi kabel kami. Sputnik memiliki frekuensi radio sendiri di Washington DC. Ini berarti hal itu tidak seperti yang terjadi di Rusia, tidak ada persamaannya,” ujar Kent. [em/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG